Istana Jelaskan Dicoretnya Tetty Paruntu sebagai Calon Menteri Jokowi

kumparan Dipublikasikan 13.14, 22/10/2019 • Nabilla Fatiara
Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Tetty Paruntu di Istana Kepresidenan. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu batal bertemu dengan Presiden Joko Widodo sebagai calon menteri yang diusulkan Partai Golkar karena pernah berurusan dengan KPK.

Juru bicara Jokowi, Fadjroel Rahman, membenarkan Tetty Paruntu memang diundang oleh pihak Istana untuk bertemu dengan Jokowi.

"Diakui memang diundang, disampaikan lewat WhatsApp. Tetapi kemudian ada sejumlah pertimbangan terkait dengan prinsip kehati-hatian. Terutama terkait dengan pemanggilan beliau (oleh KPK)," ujar Fadjroel kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (22/10).

Fadjroel menegaskan Jokowi tetap menginginkan calon-calon menteri dalam kabinet barunya bersih dari keterlibatan kasus apapun, termasuk masalah hukum. Sehingga, diharapkan tidak menganggu pekerjaan kabinet kerja mendatang.

Fadjroel Rachman meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Ia menyebut Tim 7 yang ditunjuk untuk membantu proses transisi dari kabinet jilid I ke II juga telah melakukan verifikasi terhadap nama-nama calon menteri, baik dari kalangan profesional hingga parpol.

"Secara khusus itu pertimbangan yang diberikan oleh tim yang dibentuk presiden. Bisa memberi masukan, tujuh orang ini bisa memberikan masukan, memberikan pertimbangan, termasuk verifikasi," ungkapnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Istana Kepresidenan Bey Machmudin mengonfirmasi Tetty tidak bertemu Jokowi di Istana. Dan hanya bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Tetty Paruntu di Istana Kepresidenan. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

"Tadi ada Bu Tetty dan Bu Tetty usulan Partai Golkar dan di dalam beliau menunggu pak Airlangga. Setelah itu dia lewat ke samping dan tidak bertemu presiden," ungkap Bey, Senin (21/10).

Menurut sumber kumparan, Tetty Paruntu dipanggil Jokowi karena disebut jadi salah satu kader yang diusulkan Golkar. Namun, setibanya di Istana, Jokowi menerima informasi latar belakang Tetty yang pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK dalam kasus gratifikasi Bowo Sidik Pangarso.

Kemudian Jokowi memanggil Airlangga untuk meminta masukan soal Tetty. Dan benar, Airlangga tentu tidak merekomendasikan Tetty sebagai menteri.

Artikel Asli