Isak Tangis 87 Karyawan Ramayana Kena PHK di Tengah Wabah Korona, Video Viral

Trending Now! Dipublikasikan 08.00, 08/04/2020
Photo by Unsplash/jasebloor
Photo by Unsplash/jasebloor

Sebuah video berdurasi 45 detik tengah viral di media sosial. Dalam video yang sudah disaksikan lebih dari 300 ribu kali tersebut tampak karyawan toko swalayan Ramayana tengah menangis dan berpelukan. 

Realitas MASYARAKAT, Ramayana Depok PHK karyawan nangis histeris pic.twitter.com/mhqmzwqrBC

— Sad Ronin (@wawat_kurniawan) April 7, 2020

Store Manager Ramayana City Plaza Depok M Nukmal Amadar membenarkan video tersebut adalah pegawai di tempatnya bekerja. Peristiwa dalam video tersebut terjadi Sabtu (4/4) usai pengumuman tentang penutupan Ramayan Depok, Jawa Barat, karena penurunan omset hingga 80 persen. Penutupan itu berlaku mulai Senin, 6 April 2020.

“Perusahaan mengalami penurunan penjualan sehingga tak mampu menanggung biaya yang dikeluarkan, akhirnya saya menyampaikan kebijakan manajemen, Ramayana tutup operasional,” ujar Nukmal. Simak penjelasan Nukmal selengkapnya DI SINI

Usai penutupan toko tersebut, sebanyak 87 karyawan mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Ramayana menyatakan tengah mengurusi kompensasi akibat PHK tersebut. 

Video ini mengundang keprihatinan dari warganet 

Disaat keadaan begini kemudian DI PHK. Mau nyari kerja ga mungkin. Karena perusahaan2 lagi keadaannya sama. Kemaren denger cerita temen kerja dipabrik katanya gajinya ditunda alasannya buyer belum bayar. Sementara makan, susu dan pempres anak mah ga bisa mundur🥺

— Milanisti karbitan (@milanistikarbit) April 7, 2020

Warganet mengatakan tindakan Ramayana mengenai PHK itu karena sebagian masyarakat menuruti imbauan pemerintah mengenai diam di rumah, sehingga tidak ada peningkatan pada omzet perusahaan

Pergeseran kebiasaan belanja yg serba online psti akn berimbas ke sektor penjualan riil di store..y smoga dpt krjaan baru..
Yg bisanya nyalahin presiden sprtinya ga paham dunia usaha emang penuh persaingan. Apalagi saat wabah bgini makin lesu.

— ariyfebriyan (@ariyfebri1) April 7, 2020

Gelombang PHK memang tengah terjadi di Jakarta dan sekitarnya yang menjadi zona merah virus korona. Per 5 April 2020, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 162.416 pekerja terkena PHK dan ada yang dirumahkan tanpa menerima upah atau unpaid leave oleh perusahaan.

"Jumlah orang yang di PHK dan dirumahkan itu berasal dari 18 ribu perusahaan," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah. Artikel selengkapnya DI SINI