Investasikan Rp 900 Triliun hingga Undang Pemain Aquaman, Ini Cara Arab Saudi Rintis Industri Filmnya

Kompas.com Dipublikasikan 14.08, 13/10/2019 • Agni Vidya Perdana
Thinkstock
Ilustrasi bioskop.

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi menunjukkan keseriusannya dalam merintis industri perfilman di negaranya pada level dunia.

Dimulai dengan kembali mengizinkan dibukanya bioskop pertama di negara itu setelah 35 tahun pada 18 April 2018, hingga menginvestasikan uang ratusan triliun rupiah untuk industri film.

Langkah membangun industri film di Arab Saudi merupakan bagian dari upaya modernisasi kerajaan oleh Pangeran Saudi Mohammed bin Salman dalam Visi 2030, yang berusaha meningkatkan pendapatan di sektor non-minyak.

Baca juga: 3 Reformasi Arab Saudi yang Beri Kelonggaran bagi Perempuan,

Berikut ini tiga cara yang telah dilakukan pemerintah Arab Saudi guna membangun industri perfilman level dunia:

1. Membuka Kembali Bioskop setelah 35 Tahun

Pemerintah Arab Saudi kembali membuka bioskop pertamanya setelah lebih dari 35 tahun pada 18 April 2018.

Menurut AMC Entertainment, perusahaan jaringan bioskop raksasa dunia, pihaknya telah memberi lisensi kepada 40 bioskop di 15 kota di Arab Saudi selama lima tahun atau hingga 2023.

CEO AMC Entertainment Adam Aron, tahun lalu menyatakan, pada awal pembukaan, bioskop tidak akan dipisahkan berdasarkan jenis kelamin seperti kebanyakan ruang publik lainnya di Arab Saudi.

Namun, kemungkinan akan dilakukan pembedaan untuk waktu menonton yang disediakan khusus untuk penonton perempuan dan laki-laki.

Baca juga: Bioskop Perdana di Arab Saudi Bakal Putar Film Black Panther

Untuk melayani populasi lebih dari 32 juta penduduk, yang mayoritas berusia di bawah 30 tahun, Arab Saudi akan mendirikan 350 bioskop dengan lebih dari 2.500 layar hingga 2030.

"Pasar Saudi sangat besar, dengan mayoritas penduduk yang ingin menonton film favorit mereka di sini," kata Menteri Kebudayaan dan Informasi Saudi Awwad Alawwad.

2. Menginvestasikan Dana Lebih dari Rp 900 Triliun

Pemerintah Arab Saudi disebut telah mengalokasikan dana hingga ratusan triliun rupiah guna membangun industri film kelas dunia.

Menurut salah seorang pejabat negara, pemerintah Kerajaan Saudi mendorong sektor hiburan yang masih baru di negaranya itu dengan menginvestasikan dana 64 miliar dolar AS atau sekitar Rp 904 triliun.

Namun tidak dipaparkan secara rinci alokasi dana yang disiapkan pemerintah Arab Saudi tersebut.

Tetapi kemungkinan mencakup penyelenggaraan konferensi film seperti yang sedang digelar di Riyadh pada Minggu (13/10/2019) hingga Senin (14/10/2019).

Baca juga: Ingin Bangun Industri Film Kelas Dunia, Arab Saudi Panggil Aquaman hingga Jackie Chan

3. Mengundang Pelaku Bisnis dan Aktor Film Global

Dilansir New York Post, sejumlah aktor film Hollywood dan Bollywood diundang ke Arab Saudi untuk menghadiri agenda penyelenggaraan konferensi.

Beberapa nama yang dipastikan hadir yakni aktor pemeran Aquaman, Jason Momoa, aktor laga ternama Jean Claude van Damme, serta Jackie Chan.

Selain ketiga nama itu, Otoritas Hiburan Umum Saudi atau Joy Forum, selaku penyelenggara konferensi, juga sempat mengundang aktor Hollywod Russell Crowe dan Will Smith untuk hadir, namun keduanya menolak.

Acara konferensi itu digelar di Hotel Ritz-Carlton di Riyadh, yang sempat difungsikan sebagai penjara untuk menahan ratusan pangeran, pejabat, dan pengusaha selama pembersihan pemerintahan oleh Putra Mahkota Arab Saudi pada 2017.

Baca juga: Setelah Menyetir, Arab Saudi Izinkan Perempuan Jadi Tentara

Penulis: Agni Vidya PerdanaEditor: Agni Vidya Perdana

Artikel Asli