Intip Lebih Dekat Game Boy yang kini Capai Usia 30 Tahun

Okezone.com Dipublikasikan 07.31, 23/04/2019 • Antara
Intip Lebih Dekat Game Boy yang kini Capai Usia 30 Tahun
Bagi generasi 1990-an pasti kenal dengan Game Boy.

JAKARTA - Bagi generasi 1990-an pasti kenal dengan Game Boy. Tiga puluh tahun lalu, Nintendo merilis Game Boy, konsol video game genggam pertamanya.

Di awal peluncurannya pada 1989, Game Boy baru dijual di Jepang dengan harga 12.500 yen (sekira 94 dolar AS).

Nintendo awalnya menawarkan empat game untuk Game Boy baru yakni Super Mario Land, Baseball, Alleyway, dan Yakuman (game mahjong), tetapi jumlah judul yang tersedia bertambah dengan cepat menjadi ratusan.

Setahun kemudian, Game Boy merambah AS dengan harga 89,99 dolar dengan senjata rahasia -- Tetris sebagai game paketnya.

Menjual lebih dari satu juta unit selama musim Natal pertama, Game Boy terbukti sukses di AS, dan kesuksesan itu tidak berumur pendek.

Sampai saat ini, Nintendo telah menjual 118,69 juta unit Game Boy asli (tidak termasuk Game Boy Advance) di seluruh dunia, menjadikannya dinasti berjalan terpanjang dalam bisnis video game.

Arstechnica melansir ada enam alasan mengapa Game Boy mendominasi pasar permainan video handheld selama tiga dekade.

1. Tetris

Saat ini, sudah jadi hukum wajib pemasaran bahwa setiap platform perangkat keras baru membutuhkan "aplikasi mematikan" untuk bisa benar-benar berhasil.

Dalam kasus Game Boy, Tetris mengisi peran itu dengan sempurna. Balok-susun klasik yang ditemukan oleh Alexey Pajitnov mudah dimainkan dalam sesi singkat, dan grafisnya yang sederhana dan sebagian besar permainan non-aksi terbukti sempurna untuk kemampuan layar terbatas Game Boy.

Tetris awalnya tidak diperuntukan bagi Game Boy -- Pajitnov menciptakannya untuk PC pada tahun 1985 --, tetapi Game Boy membuatnya menjadi mainstream.

Pada akhirnya, Tetris terbukti sangat populer sehingga dengan cepat mendorong penjualan konsol genggam Nintendo hingga jutaan.

2. Ketahanan baterai

Game Boy asli konon punya ketahanan masa pakai baterai 10 hingga 30 jam pada empat baterai AA, menurut sumber yang berbeda.

Nintendo mampu punya masa pakai baterai yang awet ini dengan menggunakan layar monokrom non-backlit dan prosesor 8-bit berdaya rendah di perangkat genggam pertamanya.

Sebaliknya, para pesaing Nintendo terobsesi dengan tampilan LCD dengan lampu latar berwarna dan lebih banyak prosesor gemuk.

NEC TurboExpress, Sega Game Gear, dan Atari Lynx hanya berhasil memeras 2-5 jam waktu bermain dengan 6 baterai AA, yang bisa membuktikan cukup mahal bagi pemiliknya dari waktu ke waktu.

Dari sudut pandang desain perangkat keras, perhatian pertama Nintendo terhadap Game Boy selalu tampak seperti daya tahan baterai. Masuk akal, karena portabilitas perangkat elektronik berhubungan langsung dengan berapa lama Anda dapat menggunakannya tanpa ditambatkan ke kabel listrik.

Jadi saat Nintendo ingin menambah warna pada garis Game Boy, Nintendo butuh waktu hingga sembilan tahun.

Kenapa butuh waktu lama? Nintendo dengan bijak menunggu hingga dapat menyediakan layar LCD warna dan berdaya rendah yang tidak hanya akan menjaga biaya Game Boy Color tetap rendah, tetapi juga memberinya masa pakai baterai yang lama.

Sementara pesaing awal Game Boy memiliki tampilan yang unggul secara teknologi dan lebih banyak kekuatan pemrosesan, konsumen memilih Game Boy sebagian besar karena biaya operasi yang lebih rendah -- lebih sedikit baterai untuk dibeli -- dan portabilitas yang lebih besar karena penggunaan baterai yang ekonomis.

3. Merek Nintendo

Selain daya tahan baterai, Game Boy memiliki keunggulan besar di belakangnya yang tidak dimiliki oleh pesaingnya yaitu nama merek monster "Nintendo" yang mendominasi 80 persen pasar video game.

Konsol rumah 8-bit Nintendo, Nintendo Entertainment System (dan Famicom, mitra Jepang-nya), berada di dekat puncak popularitasnya antara 1989 dan 1991, tahun-tahun penting dalam perang perangkat genggam.

Konsumen di kedua sisi Pasifik mempercayai nama Nintendo untuk menghadirkan pengalaman bermain game yang berkualitas tinggi.

Mereka tahu bahwa mereka dapat mengandalkan Nintendo untuk menyediakan perangkat lunak kelas dunia untuk konsol baru, terutama berkat serangkaian waralaba populer yang patut ditiru seperti Super Mario Bros, Zelda, Metroid, dan Kid Icarus.

 

Artikel Asli