Instagram Resmi Hapus Tombol IGTV

CNN Indonesia Dipublikasikan 13.45, 20/01 • CNN Indonesia

Instagram resmi menghapus tombol pintas Instagram TV atau IGTV dari sudut kanan atas layar aplikasi miliknya. Langkah itu dilakukan setelah Instagram menyadari bahwa pengguna aplikasinya tidak sering mengetuk tombol tersebut.

Melansir The Verge, kebanyakan pengguna Instagram menemukan konten IGTV melalui pratinjau di feed, explore, dan profil.

"Sangat sedikit yang mengklik ikon IGTV di sudut kanan atas layar di aplikasi Instagram," ujar juru bicara Instagram.

Kebijakan menghapus tombol pintas IGTV memang terbilang minor. Akan tetapi, kebijakan itu nantinya membuat pengguna Instagram bakal menggali lebih dalam aplikasinya untuk menemukan konten IGTV.

Jika tak ingin direpotkan dengan hal itu, Instagram sejatinya menawarkan pengguna untuk mengunduh aplikasi mandiri IGTV di App Store atau Play Store yang jumlah penggunanya relatif kecil dari pengguna Instagram yang mencapai lebih dari satu miliar.

Langkah penghapusan tombol tersebut memberi sinyal bahwa Instagram tidak memprioritaskan IGTV sebagai layanan mandiri yang berbeda. Laporan AdWeek Social Pro pekan lalu menyampaikan saat ini pengguna dapat mengunggah video IGTV melalui tombol yang sama untuk mengunggah video di feed.

Instagram diketahui telah berjuang untuk menarik para pembuat dan pengguna IGTV sejak pertama kali diluncurkan pada Juni 2018. IGTV merupakan layanan video jangkap panjang Instagram yang semula direncanakan untuk menyaingi YouTube.

Berbeda dengan YouTube, layanan IGTV tidak menawarkan peluang berbagi keuntungan dari iklan seperti Youtube.

Melansir TechCrunch, pengguna IGTV tidak bisa mendapatkan pendapatan iklan seperti yang terpadat pada YouTube atau Facebook Watch. Mereka juga tidak dapat menerima kiat atau menjual langganan konten eksklusif seperti di Facebook, Twitch, atau Patreon.

Satu-satunya dukungan finansial yang ditawarkan Facebook dan Instagram kepada pencipta IGTV adalah penggantian biaya produksi untuk beberapa selebriti. Hal itu juga harus mengikuti beberpa aketentuan, yakni mengharuskan pembuat konten untuk menghindari membuat konten yang berkaitan dengan politik, masalah sosial, atau pemilihan umum.

Di sisi lain, penghapusan tombol IGTV diklaim untuk menjaga Instagram sesederhana mungkin. "Jadi kami menghapus ikon ini berdasarkan pembelajaran dan masukan dari komunitas kami," ujar juru bicara Facebook.

Penelitian Sensor Tower, hanya tujuh juta dari satu miliar pengguna Instagram yang telah mengunduh aplikasi mandiri IGTF. Jumlah itu sangat sedikit jika di bandingan dengan jumlah pengunduh aplikasi TikTok yang mencapai 1,15 miliar. TikTok diluncurkan pada peridoe yang dengan IGTV.

Meski sangat banyak, TikTok diketahui menghabiskan banyak untuk memasang iklan guna menarik orang menggunakan mengunduk aplikasinya.

Artikel Asli