Inilah Tanda-tanda Kamu Harus Istirahat

Kompas.com Dipublikasikan 16.05, 19/11/2019 • Wisnubrata
Monkey Business Images
Ilustrasi tertidur saat bekerja

KOMPAS.com - Setelah melakukan aktivitas padat dan menghadapi lalu lintas macet sepanjang hari, menghabiskan libur akhir pekan dengan istirahat di rumah terasa sangat damai dan menyegarkan.

Sambil istirahat, kamu bisa menonton film sepanjang hari di kamar yang sejuk dan di atas kasur yang empuk.

Meski terlihat seperti aktivitas bermalas-malasan, tetap ada manfaat istirahat yang kita rasakan, terutama bagi kesehatan fisik maupun mental.

Kapan kita butuh istirahat?

Banyak aktivitas dapat dipilih untuk menghabiskan libur akhir pekan, misalnya jalan-jalan ke luar kota atau sekedar ke taman dekat rumah.

Tetapi jika kamu menunjukkan gejala berikut, sebaiknya lupakan kegiatan di luar rumah dan pilihlah untuk istirahat saja di rumah.

Kaku otot: pegal setelah beraktivitas sebetulnya adalah hal normal, tapi kaku otot yang tidak kunjung hilang menandakan tubuh butuh istirahat atau rebahan.

Jangan tunggu sampai merasakan kelelahan yang ekstrem karena itu justru akan membawa masalah kesehatan yang lebih parah.

Nyeri otot: nyeri pada otot atau sendi yang juga tidak kunjung hilang mungkin menandakan adanya cedera. Sebagai langkah pertama, tidak ada salahnya jika kamu menghabiskan waktu libur dengan istirahat.

Moody: jika kamu mengalami perubahan suasana hati yang sangat fluktuatif (moody), sudah saatnya beristirahat. Pasalnya, kelelahan juga dapat mengakibatkan kita mengalami gangguan emosi seperti mudah marah.

Tidur terganggu: ketika level hormon kortisol dan adrenalin di dalam tubuh tinggi akibat terlaku banyak aktivitas, kamu akan kesulitan tidur.

Performa kerja menurun: jika bos mulai mengeluh performamu tidak sebagus dahulu, sudah saatnya kamu mengambil cuti dan lebih banyak istirahat di rumah.

Baca juga: Istirahat Cukup, Rahasia Sukses ala Jeff Bezos
Manfaat istirahat untuk kesehatan

Jangan sepelekan istirahat karena kegiatan yang terlihat seperti malas bergerak alias mager ini ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan.

Bahkan, kita harus menganggap istirahat sebagai kebutuhan tubuh yang wajib dipenuhi, sama seperti olahraga atau mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi.

Manfaat istirahat yang cukup tidak hanya untuk kebugaran fisik, tetapi juga memengaruhi mental, emosional, dan spiritual. Berikut beberapa manfaat istirahat yang dapat dirasakan bagi kesehatan jiwa dan raga.

Meningkatkan konsentrasi dan produktivitas

Istirahat yang cukup terbukti dapat meningkatkan fungsi otak, seperti konsentrasi, produktivitas dan aspek kognisi. Pada anak, beristirahat cukup terbukti dapat membuatnya berperilaku lebih baik dan memiliki performa akademis yang lebih baik pula.

Meningkatkan performa fisik

Berolahraga secara keras saja tidak cukup untuk menunjang performa di lapangan, memiliki waktu istirahat yang cukup juga sama pentingnya.

Sebuah studi menyebutkan bahwa istirahat setelah berolahraga dapat memperbaiki intensitas performa, meningkatkan level energi, koordinasi, kecepatan, dan kekuatan mental kita.

Menurunkan risiko penyakit jantung

Salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung adalah tekanan darah tinggi. Berdasarkan catatan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), istirahat dapat membuat tubuh otomatis memperbaiki tekanan darahnya.

Istirahat yang cukup juga dapat mencegah kita terkena penyakit yang berhubungan dengan pola tidur seperti apnea.

Memperkuat sistem imun

Ketika istirahat, tubuh memperbaiki diri, melakukan regenerasi sel, dan meredakan peradangan yang terjadi di dalam tubuh akibat aktivitas sebelumnya. Meski demikian, mekanisme penguatan sistem imun yang dipengaruhi istirahat ini masih dikaji lebih lanjut.

Kondisi emosi lebih stabil

Kita kemungkinan kecil akan emosional ketika memiliki waktu istirahat yang cukup. Selain itu, penelitian juga membuktikan orang yang istirahat dengan cukup lebih peka terhadap emosi orang lain sehingga sikapnya akan lebih sosial.

Mencegah depresi

Sudah banyak studi yang menyimpulkan bahwa memiliki waktu istirahat yang cukup dapat menghindarkan kita dari penyakit mental seperti depresi.

Salah satu tanda depresi ialah insomnia alias kelainan tidur yang akut. Depresi juga dapat menimbulkan penyimpangan perilaku seperti kecenderungan untuk ingin bunuh diri.

Meski memiliki manfaat, istirahat tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Sebuah studi menyebutkan orang yang terlalu sering istirahat dapat meningkatkan penumpukan kalsium di arteri jantung serta mengurangi fleksibilitas pembuluh darah kaki.

Para ahli menyarankan istirahat dilakukan tidak lebih dari total 9 jam per hari.

Baca juga: Pentingnya Faktor Istirahat dalam Pembentukan Otot

Editor: Wisnubrata

Artikel Asli