Inilah 5 Konsekuensi Serius Akibat Paparan Polusi Udara bagi Ibu Hamil

Popmama.com Dipublikasikan 09.00, 11/11/2019 • Bella Lesmana
news.sky.com

Polusi udara dapat ditemukan di mana saja, tapi lebih umum terjadi di area perkotaan.

Ya, sulit bagi masyarakat untuk menghindari polusi. Apalagi di kala sedang hamil.

Tentulah masalah ini sangat berbahaya, namun jarang diketahui oleh ibu hamil itu sendiri.

Sementara polusi udara merupakan suatu kondisi udara mencemari oksigen yang berasal dari partikel debu, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, knalpot kendaraan, asap pembakaran sampah hingga bahan kimia.

Paparan polusi udara yang berkepanjangan menimbulkan banyak gangguan kesehatan pada seseorang.

Lalu apa saja 5 konsekuensi serius yang mungkin dialami ibu hamil akibat paparan polusi? Berikut informasi selengkapnya dari Popmama.com :

1. Memiliki sedikit nutrisi dan menyebabkan berat badan bayi rendah

Consideringadoption.com

Tahukah, Ma?

Polusi udara mengandung banyak zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan, termasuk kesehatan ibu hamil dan janin.

Lantas risiko gangguan kesehatan apa saja yang bisa terjadi akibat polusi udara pada ibu hamil?

Janin dalam kandungan yang sering terpapar polusi udara akan memiliki sedikit nutrisi dan menyebabkan lahir dengan berat badan lebih rendah (BBLR).

Di mana BBLR merupakan keadaan bayi lahir dengan berat kurang dari 2,5 kg.

2. Membuat janin tidak tumbuh dan rentan keguguran

Freepik/Jcomp

Ibu hamil yang terpapar dengan kadar nitrogen dioksida tingkat tinggi maupun ozon dan polusi partikel dapat mengalami keguguran.

Ya, masalah tersebut memang sangat rentan pada ibu hamil yang mengandung di usia trimester pertama.

Hal itu disebabkan adanya peningkatan peradangan pada plasenta dan stres oksidatif pada ibu hamil yang sering terpapar polusi udara.

Maka inilah yang membuat janin tidak bisa tumbuh dan rentan untuk menggugurkan diri dari rahim sang ibu.

3. Kelahiran prematur dan terkena masalah pada pertumbuhan sang bayi

familyeducation.com

Apabila Mama terlalu sering menghirup polusi udara di masa kahamilan, hal itu bisa mengalami kelahiran prematur.

Bayi prematur itu sendiri lebih berisiko terkena masalah atau keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan sang bayi.

Di mana bayi yang lahir sebelum 37 minggu, ia sangat rentan memiliki risiko signifikan terhadap gangguan neurologis dan cacat fisik permanen di kemudian hari.

4. Saat lahir bisa mengalami gejala autism spectrum disorder

Unplash/Luma Pimentel

Paparan polusi udara selama kehamilan dapat menyebabkan hasil kelahiran yang merugikan.

Salah satu kondisi yang menyebabkan tingginya paparan polusi udara pada ibu hamil adalah sang bayi mengalami gejala autism spectrum disorder atau ASD.

Ya, hal itu bisa terjadi. Terutama jika ibu hamil tinggal di dekat jalan raya.

Sementara anak-anak dengan autisme memiliki tantangan dalam mempelajari keterampilan dasar seperti berjalan, cara makan hingga sulitnya bersosialisasi.

5. Meningkatkan risiko janin mengalami asma di kemudian hari

Freepik/Yanalya

Pada ibu hamil, polusi udara bisa berbahaya bagi plasenta yang menyediakan oksigen, darah dan nutrisi bagi janin dalam kandungan.

Hal itu dapat meningkatkan risiko janin mengalami asma di kemudian hari.

Di mana semakin dekat lokasi rumah dengan sumber polusi udara, maka akan tinggi pula risiko gangguan pernapasan yang dialami sang bayi.

Itulah 5 risiko gangguan kesehatan pada ibu hamil akibat polusi udara. Sebaiknya lakukan beberapa cara untuk meminimalkan dampak polusi udara di masa kehamilan.

Artikel Asli