Ini yang Terjadi pada Mobil Jika Terlampau Lama Parkir

Kompas.com Dipublikasikan 10.42, 14/12/2019 • Ari Purnomo
Kompas.com/Alsadad Rudi
Deretan mobil yang parkir di area terbuka dengan posisi wiper diangkat.

SOLO, KOMPAS.com- Di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo, terdapat mobil yang sudah terparkir lebih dari enam bulan. Selama itu, otomatis mobil tidak dihidupkan dan dirawat oleh sang pemilik.

Padahal, seharusnya sebuah mobil perlu dilakukan perawatan secara rutin. Minimal dilakukan pemanasan mesin mobil seminggu sekali.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan listrik pada baterai agar tidak rusak. Selain menjaga kondisi baterai, juga untuk menjaga bagian yang lain.

Lantas ancaman apa saja yang bisa terjadinpada mobil yang parkir terlampau lama dinparkiran umu.

Simak ulasan Kompas.com dengan Supervisor bengkel Carfix area Jateng Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Natalis Yogo Asmoro.

Menurut Natalis, sejumlah kerusakan bakal terjadi pada mobil yang tidak dirawat selama berbulan-bulan. Salah satunya adalah bagian pengereman.

Tidak menutup kemungkinan rem akan macet karena tidak digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Kalau sampai lebih dari enam bulan tidak digunakan, bisa membuat rem macet. Hal ini karena, mobil tidak digunakan dalam waktu yang lama,” katanya saat dihubungi KOMPAS.com, Sabtu (14/12/2019).

Baca juga: Viral Tagihan Parkir di Bandara sampai Rp 10 Juta, Ini Tarifnya

 

Fan belt Rawan Putus

Salah satu bagian yang tidak kalah penting adalah keberadaan fan belt. Karet yang berfungsi untuk memutarkan bagian mesin sangat rentan putus jika mobil lama tidak digunakan atau dihidupkan.

“Kondisi karet kan itu harusnya tegang kendor saat mesin menyala. Tetapi, kalau mesin lama tidak dihidupkan otomatis fan belt akan tegang terus,” tutur Natalis.

Akibatnya, fan belt bisa retak-retak dan rawan putus jika nantinya mesin dihidupkan.

Setir macet

Bagian kemudi juga akan mendapatkan dampak dari lamanya mobil tidak digunakan. Tidak menutup kemungkinan, setir akan mengalami kerusakan sehingga tidak bisa stabil saat jalan.

“Kalau sudah power steering mungkin sudah tidak bisa stabil lagi. Mungkin karena kotor atau bahkan sampai berkarat,” katanya.

Baca juga: Viral Tagihan Parkir di Bandara sampai Rp 10 Juta, Ini Tarifnya

Cat mobil dan karat

Ancaman kerusakan lainnya pada mobil yang dibiarkan di luar ruangan adalah rusaknya bagian cat. Mobil yang setiap hari terpapar panas matahari akan membuatnya lebih cepat rusak.

Terlebih, jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lebih dari enam bulan.

“Kalau dibiarkan dalam waktu lama di luar ruangan kondisi cat jelas akan rusak. Cat akan mengelupas, karena sering terpapar sinar matahari,” ucap Natalis.

Kerusakan pada bagian cat ini, Natalis menambahkan, juga akan disusul dengan terjadinya karat. Hal ini karena saat cat mengelupas, bagian bodi mobil tidak akan lagi terlindungi.

“Bagian ini akan menyebabkan datangnya karat. Kemudian bagian lainnya juga akan kotor karena sering terkena panas dan hujan,” tambahnya.

Wiper keras

Wiper atau penyeka bagian kaca saat hujan turun ini tidak luput dari ancaman kerusakan. Natalis mengatakan, jika mobil terpapar matahari dalam waktu lama kondisi wiper juga akan berpengaruh.

“Wiper ini akan menjadi keras dan jelas akan rusak,” katanya.

Baca juga: Efek Negatif Pasang Aki Tak Sesuai Spesifikasi 

Aki soak

Baterai atau aki mempunyai tugas vital dari sebuah mesin mobil. Tanpa adanya baterai mobil tentunya tidak bisa menyala.

Aki ini juga membutuhkan perawatan secara berkala. Perawatannya cukup dengan melakukan pemanasan mobil minimal seminggu sekali.

“Kalau sampai lebih dari enam bulan mobil tidak dihidupkan, otomatis aki atau baterai ini juga akan rusak. Karena aki tidak menerima pasokan listrik,” tuturnya.

Ban kempis

Kerusakan lain yang juga terjadi pada mobil yang lama tidak digunakan adalah ban. Tekanan angin pada ban mobil bisa dengan sendirinya berkurang bahkan kempes.

“Ban ini kan juga ada tekanan dari bawah, kalau lama tidak digunakan otomatis bisa berkurang dan kempes,” ucap Natalis.

Baca juga: Jangan Cuek saat Ban Kempes

Penulis: Ari PurnomoEditor: Agung Kurniawan

Artikel Asli