Ini alasan Kapolri heran usai tinjau kebakaran hutan dan lahan di Riau

Kontan.co.id Dipublikasikan 22.29, 15/09/2019 • kompas.com

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian keheranan usai meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, Minggu (15/9). Tito heran lantaran tidak ada perkebunan sawit maupun tanaman industri lainnya yang ikut terbakar.

"Apa yang sudah kami lihat dari helikopter bersama Panglima TNI dan Kepala BNPB, lahan yang sudah jadi perkebunan, baik sawit maupun tanaman industri lainnya, kok, tidak ada yang terbakar. Misal pun ada paling hanya sedikit dan di pinggir," kata Tito melalui keterangan tertulis yang dibagikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (15/9).

Menurut Tito, hal itu menunjukkan, pelaku karhutla adalah oknum tertentu untuk membuka lahan baru. "Ada praktik land clearing dengan mudah dan murah memanfaatkan musim kemarau," ungkapnya.

*Baca Juga: Kementerian LHK menyegel 46 perusahaan yang diduga jadi penyebab karhutla *

Tito meminta anggota satuan tugas (satgas) karhutla agar lebih solid dalam menangani masalah tersebut. Untuk itu, ia menegaskan, akan memberlakukan sistem pemberian penghargaan dan hukuman kepada anggotanya.

"Polda beserta jajarannya akan kami berikan reward and punishment," tutur dia. Tito meninjau lokasi karhutla bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Doni Monardo.

Saat meninjau lokasi, Hadi mengambil komando untuk menggelar analisis dan evaluasi (anev) di lokasi pemadaman. Dari laporan yang ia terima, Hadi memutuskan mengerahkan drone untuk memantau karhutla selama 24 jam.

*Baca Juga: Karhutla, Kemenhub minta nakhoda kapal waspadai kabut asap *

"Api ini harus terus diamati karena siang dan malam beda. Kadang api padam saat siang, lalu malamnya menyala lagi," ujar Hadi melalui keterangan tertulis yang sama. Selain itu, TNI bakal mengirimkan eskavator untuk memperluas parit, dan menambah pompa beserta selangnya.

Sementara Kepala BNPB Doni Monardo menekankan, perlu perubahan perilaku masyarakat dalam bercocok tanam. Ia pun menyarankan sejumlah tanaman produktif yang dapat dijadikan alternatif.

"Ini masalah cara pikir manusia. Harus diubah. Mulailah dengan menanam tanaman produktif, seperti cabai, kopi liberica, lidah buaya, atau bisa juga pisang," ungkap Doni.

Kondisi Riau hingga Minggu (15/9) masih mengalami kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah tersebut. Jarak pandang di Riau hanya mencapai 1 kilometer saja pada pukul 07.00 WIB.

*Baca Juga: Terdampak asap karhutla, Kemenhub tak beri larangan terbang ke Sumatra dan Kalimantan *

Kabut asap yang terjadi di Riau juga tidak hanya berasal dari karhutla yang terjadi di daerah tersebut. Karhutla yang juga terjadi di wilayah Sumatra Selatan dan Jambi menyumbang asap ke wilayah Riau. 

Penulis: Devina Halim

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Keheranan Kapolri Usai Tinjau Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau…",

Artikel Asli