Ini Ungkapan Jujur Miss Universe 2019, Singgung Kejamnya Standar Kecantikan

Suara.com Dipublikasikan 07.17, 09/12/2019 • Rima Sekarani Imamun Nissa
Zozibini Tunzi dari Afrika Selatan berhasil menyabet gelar Miss Universe 2019. (AFP/Valerie Macon)
Zozibini Tunzi dari Afrika Selatan berhasil menyabet gelar Miss Universe 2019. (AFP/Valerie Macon)

Suara.com - Miss South Afrika, Zozibini Tunzi diumumkan sebagai pemenang Grand Final Miss Universe 2019 yang digelar di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Minggu (8/12/2019) waktu setempat.

Perempuan 26 tahun itu mengalahkan Miss Puerto Rico Madison Anderson dan Miss Mexico Sofia Aragon yang selanjutnya meraih gelar runner-up pertama dan kedua.

Perasaan bangga dan bahagia pun tak bisa ditutupi dari wajah Zozibini Tunzi saat mahkota Miss Universe 2019 disematkan di kepalanya.

Banyak hal yang menarik dibahas dari Miss Universe 2019 ini. Setiap penampilannya di ajang kecantikan bergengsi itu pun layak mendapat pujian.

Salah satu yang begitu menarik perhatian publik adalah pernyataan terakhirnya di malam Grand Final. Kata-kata yang dia ucapkan benar-benar menyentuh hati sekaligus menginspirasi banyak orang.

Zozibini Tunzi bisa dibilang begitu blak-blakan tentang standar kecantikan yang selama ini telah mengintimidasi banyak orang.

Miss Universe 2019, Zozibini Tunzi. (Instagram/@zozitunzi)

"Saya tumbuh di dunia di mana seorang wanita yang terlihat seperti saya, dengan jenis kulit dan rambut seperti saya, tidak pernah dianggap cantik,"ungkapnya, seperti melansir dari Eonline.com.

"Dan saya pikir inilah waktunya, bahwa itu berhenti hari ini. Saya ingin anak-anak melihat saya dan melihat wajah saya dan saya ingin mereka melihat wajah mereka terpantul di wajah saya."

Pernyataan Miss Universe 2019 ini pun dengan cepat menyebar dan jadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak yang memuji pemikiran dan ungkapan jujur Zozibini Tunzi.

"Jawabannya biasa. Namun ketika Miss South Africa yang berbicara dengan keyakinan penuh, itulah yang membuatnya jadi berbeda," ungkap seorang warganet di Twitter.

Artikel Asli