Ini Unek-unek Awak Kabin Garuda selama Dipimpin Ari Askhara

Tempo.co Dipublikasikan 09.51, 06/12/2019 • Ali Akhmad Noor Hidayat
I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dipecat dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada awal Desember 2019. Ia dicopot lantaran tersandung kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia. TEMPO/Tony Hartawan
Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia mengungkapkan semua keburukan dari I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Zaenal Muttaqin mengeluhkan kepemimpinan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara saat menjabat sebagai orang nomor satu pada maskapai plat merah. Karena menurutnya, semua kebijakan yang diambil olehnya selalu menuai kontroversi.

"Sehingga merugikan banyak pihak baik perusahaan, anak perusahaan, karyawan, hingga masyarakat sebagai penumpang," kata dia di kawasan Cilandak,Jakarta Selatan, Jumat, 6 Desember 2019.

Pertama, Zaenal adalah pemalsuan laporan keuangan perseroan pada tahun 2018. "Ia menyulap laporan keuangan dari rugi menjadi untung," ujarnya. Kedua, Zaenal membeberkan soal kebijakanya mengadakan suguhan pertunjukan musik secara langsung di kabin pesawat.

Kemudian, soal pengalihan rute penerbangan London dan Amsterdam, melalui Denpasar, Bali, serta Kualanamu, Sumatera Utara. Rute ini membuat jam kerja para awak kabin melebihi dari batas kewajaran. Padahal rute tersebut bisa ditempuh langsung dari Jakarta menuju Amsterdam.

"Jadi perjalanannya itu panjang sekali sehingga jam kerja kami itu melebihi batas kewajaran sebagai pekerja. Itu sampai hampir 19 jam lebih perjalanan kita. Jadi dari Denpasar ke Kualanamu, Kualanamu ke Amsterdam kemudian istirahat di sana cuma sekitar 12 jam termasuk waktu transportasi," ucapnya.

Keempat, terkait larangan penumpang mengunggah foto dan video dalam pesawat. Larangan ini menjadi polemik di publik, karena Garuda hendak berencana mempidanakan youtuber, namun urung dilakukan. Yang terakhir adalah masalah penyelundupan motor bekas Harley Davidson.

Tak hanya itu, kata Zaenal, Ari Askhara mengeluarkan kebijakan yang merugikan para awak kabin. Antara lain menghentikan iuran anggota, mempersulit terjadinya Perjanjian Kerja Bersama (PKB), menggrounded alias melarang terbang para pengurus serikat pekerja, memecat tanpa dasar yang jelas beberapa awak kabin, hingga membentuk serikat pekerja tandingan yang membela kepentinganinya.

"Cukup banyak kebijakan aneh Ari Askhara selama menjabat Dirut Garuda Indonesia yang benar-benar merugikan awak kabin. Maka dari itu, kami sangat bersyukur Pak Erick memecatnya," ujar Zaenal.

Zaenal menilai pencopotan Ari Askhara dari posisi Dirut Garuda Indonesia belum upaya final untuk membenahi maskapai nasional itu. Dia meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN mengusut tuntas keterlibatan jajaran direksi lain yang merugikan banyak pihak. Seperti ke awak kabin, perusahaan, anak perusahaan, karyawan hingga secara langsung dan tidak langsung berdampak terhadap masyarakat sebagai penumpang.

Artikel Asli