Ini Tipe Plagiat Karya Ilmiah yang Banyak Ditemukan

REPUBLIKA ONLINE Dipublikasikan 08.16, 05/08 • Ratna Puspita
Mahasiswa dilatih untuk membuat karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum dan skripsi. Namun tak dapat dimungkiri, jika di antara karya tersebut masih dapat ditemukan kesamaan dengan milik orang lain atau plagiat.
Mahasiswa dilatih untuk membuat karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum dan skripsi. Namun tak dapat dimungkiri, jika di antara karya tersebut masih dapat ditemukan kesamaan dengan milik orang lain atau plagiat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa dilatih untuk membuat karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum dan skripsi. Namun tak dapat dimungkiri, jika di antara karya tersebut masih dapat ditemukan kesamaan dengan milik orang lain atau plagiat.

Head of Business Partnerships Southeast Asia for Turnitin Jack Brazel mengatakan kasus plagiat dalam tulisan seperti karya ilmiah banyak ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tipe plagiat yang paling umum adalah menyalin ulang, mengambil kutipan tanpa sumber asli, memodifikasi tulisan hingga menggunakan jasa orang lain untuk mengerjakan.

Karena itu, Turnitin meluncurkan solusi integritas akademik yang komprehensif bernama Turnitin Originality, yang berfungsi memeriksa kecurangan pada sebuah karya ilmiah atau pekerjaan. Kehadiran Turnitin Originality ini berfungsi untuk pengecekan kesamaan teks Turnitin yang sudah dikenal, dengan fitur-fitur baru yang membantu para instruktur untuk mengatasi tren seperti menggunakan jasa orang lain untuk mengerjakan karyanya atau menyalin hasil karya lain.

"Turnitin Originality memberi instruktur dan administrator kemampuan untuk mengidentifikasi berbagai potensi kesalahan dalam satu alat sehingga contoh plagiarisme atau penulisan tidak autentik adalah momen yang bisa diajarkan, bukan menghukum," ujar Jack dalam jumpa pers daring, Rabu (5/8).

Customer Growth Manager Southeast Asia, Yovita Marlina, mengatakan setiap institusi dapat menetapkan standar baru untuk integritas akademik serta memberi siswa dan instrukturnya solusi terpadu untuk mendukung standar tersebut. Pendidik dapat menggunakan Turnitin Originality sebagai alat belajar mengajar, menunjukkan kepada siswa mereka bagaimana mengidentifikasi konten yang tidak asli sebelum menyerahkan makalah mereka.

"Ketika kita temukan plagiarism, kita akan memberi skor berapa persen yang sama dari satu tulisan seseorang. Tapi penentuan skor baik atau buruk ya ada di institusi masing-masing, nanti institusi tersebut yang menentukan batasannya," kata Yovita.

Saat ini, beberapa institusi di Indonesia sudah menggunakan software dari Turnitin seperti Universitas Indonesia, Universitas Negeri Malang, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Pelita Harapan dan Universitas Trisakti.

Artikel Asli