Ini Respons Erick Thohir soal Karyawan BUMN yang Ditangkap Densus 88

Kompas.com Dipublikasikan 06.26, 15/11/2019 • Erlangga Djumena
KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, terduga teroris bukan lagi bagian dari BUMN.

Hal itu dinilai sesuai dengan hukum yang berlaku. Erick mengatakan, kejahatan terorisme merupakan kejahatan yang menimbulkan kerusakan dan korban.

"Apabila secara hukum, yang bersangkutan terbukti bagian dari aksi teror, maka serta merta orang tersebut bukan lagi menjadi bagian dari Kementerian BUMN," ujar Erick dalam keterangan resmi, Jumat (15/11).

Sebelumnya, seorang karyawan PT Krakatau Steel Tbk yang merupakan salah satu perusahaan BUMN, ditangkap Densus 88 karena diduga sebagai teroris.

*Baca juga: Diduga Teroris, Karyawan BUMN Krakatau Steel Ditangkap Densus 88 *

Erick menegaskan, tindakan terorisme merupakan musuh bagi setiap orang. Dia pun mendukung aparat keamanan untuk memberantas terorisme.

"Saya mendukung kerja polisi dan semua aparat guna memerangi terorisme, di manapun itu," sebut dia.

Rabu (13/11/2019), Tim Densus 88 Antiteror mengamankan 4 orang terduga teroris di wilayah Provinsi Banten. Satu di antara yang ditangkap merupakan karyawan PT Krakatau Steel.

Baca juga: Bertemu Erick Thohir, Ahok Akan Masuk di Salah Satu BUMN

Corporate Secretary Krakatau Steel Pria Utama mengatakan, karyawan yang ditangkap adalah level staf setingkat supervisor.

"Yang bersangkutan adalah karyawan level staf setingkat supervisor, bukan petinggi atau level manajemen di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk," sebutnya.

Krakatau Steel menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada proses hukum yang berlaku. (Abdul Basith)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Erick Thohir menegaskan teroris bukan bagian dari BUMN

Editor: Erlangga Djumena

Artikel Asli