Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Kompas.com Dipublikasikan 22.34, 20/11/2019 • Michael Hangga Wismabrata
KOMPAS.COM/A. FAIZAL
Umar Patek pamer kemesraan dengan sang isteri usai menerima SK WNI di Lapas Porong Sidoarjo, Rabu (20/11/2019).

KOMPAS.com - Istri terpidana bom Bali, Umar Patek alias Hisyam bin Alizein alias Abu Syekh, akhirnya resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI), pada hari Rabu (20/11/2019).

Surat keterangan WNI diserahkan langsung kepada Ruqayyah Binti Husein Luceno, istri Umar Patek, yang diketahui sebelumnya berkewarganegaraan Filipina.

Surat itu diberikan langsung oleh kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius kepada Umar Patek di Lapas Kelas I Surabaya di Kecamatan Porong Sidoarjo.

Kabar itu segera langsung disambut gembira oleh Umar. Dirinya pun pamer kemesraan dengan sang istri kepada sejumlah wartawan di lapas.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Alasan pemerintah Indonesia 

Menurut Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius, pemberian status WNI kepada istri Umar Patek, berdasarkan aspek kemanusiaan dan pengakuan HAM terhadap istri warga binaan pemasyarakatan perkara terorisme.

Pemerintah menganggap Umar Patek berkelakuan baik selama dalam masa kurungan.

"Umar Patek kami anggap berkelakuan baik selama dalam masa tahanan dan banyak membantu pemerintah. Saat di lapas juga pernah menjadi komandan upacara bendera saat perayaan HUT RI," ujar dia.

Baca juga: Istri Terpidana Bom Bali Umar Patek Resmi Jadi WNI

2. Umar sudah mengajukan permohonan 2,5 tahun

Acara penyerahan surat keterangan tersebut disaksikan langsung Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Tonny Nainggolan.

Hadir juga Wakapolda Jawa Timur Brigjen Djamaludin, Wakapolres Sidoarjo AKBP M Anggi Naulifar Siregar, perwakilan TNI hingga perwakilan Pemprov Jawa Timur dalam hal ini Kepala Bakesbangpol, Jonathan.

Ruqayyah Binti Husein Luceno dinyatakan sebagai WNI berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor M.HH-16.AH.10.01 THN 2019.

"Diajukan sejak 2,5 tahun yang lalu atas permintaan Umar Patek kepada saya. Saya langsung proses dan SK-nya diberikan langsung oleh Dirjen Administrasi Hukum Umum ke ruangan saya," kata Alius.

Baca juga: Pamer Kemesraan dengan Istri, Umar Patek Tunjukkan Jari Tanda Cinta Ala Korea

3. Kegembiraan Umar Patek dan tanda cinta ala Korea

Kegembiraan terpidana bom Bali jelas terlihat. Saat sesi wawancara dengan wartawan, dirinya tampak pamer kemesraan dengan sang istri yang mengenakan hijab dan penutup wajah.

Umar bahkan menyatakan rasa cintanya kepada sang istri sambil menunjukkan jari tanda cinta ala Korea. Istrinya pun tersipu malu di hadapan para wartawan.

"Ini soulmate saya, saya biasa panggil habibati, artinya dalam bahasa Indonesia kekasihku," kata Umar Patek, kepada para wartawan.

Baca juga: Bolos Sekolah Selama 3 Bulan, Siswa SD di Magetan Kecanduan Game Online

4. Sekilas tentang jejak teror bom Umar Patek

Umar Patek menikahi Ruqayyah Binti Husein Luceno 20 tahun lalu di kamp Mujahidin di Mindanau, Filipina.

Saat ditangkap pada 2011, sang istri tetap mendampingi hingga saat ini dipenjara di Lapas Porong Sidoarjo.

Lalu, pada bulan Juni 2012, Umar divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dalam perkara tindak pidana terorisme.

Dia ditangkap di Kota Abbotabad, Pakistan, akhir Januari 2011. Seperti diketahui, Umar tak hanya melakukan aksi teror bom di Indonesia, dirinya juga terlibat rangkaian teror bersama kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Baca juga: HUT ke-74 RI, Terpidana Terorisme Bom Bali Umar Patek Dapat Remisi 3 Bulan

5. Cerita Umar Patek tentang istrinya, Ruqayyah

Pada 1998, Umar Patek memutuskan untuk meminang Gina Gutierez Luceno. Saat itu dia mendatangi rumah calon mertuanya, melamar, dan kemudian menikah setelah mendapat restu dari orangtua Gina.

Ketika itu, disebutnya hanya Gina yang memeluk agama Islam, sementara orangtua dan keluarga besarnya masih Nasrani, seperti dilansir dari Tribunnews

"Tapi kami menikah di camp, dan mereka semua hadir," cerita Umar Patek sambil tersenyum.

Sejak saat itu, Umar dan Gina pun resmi jadi suami istri dan tinggal bersama. Pada tahun 2009 Umar Patek memutuskan ke Indonesia. Pria mantan buron sejumlah negara itu ternyata juga terlibat dalam aksi terorisme di tanah air.

"Dan tahun 2010 saya ke Pakistan. Saya ditangkap di sana," sebut dia.

Seperti diketahui, Umar Patek ditangkap di Kota Abbotabad, Pakistan, akhir Januari 2011.

Baca juga: Umar Patek Akan Jadi Pengibar Bendera di Lapas Porong Sidoarjo

(Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Editor: Robertus Belarminus)

 

Editor: Michael Hangga Wismabrata

Artikel Asli