Ini Perbedaan Emas Sampoerna dengan Punya Antam

kumparan Dipublikasikan 09.28, 11/11/2019 • Dewi Rachmat Kusuma
CEO PT Sampoerna Gold Indonesia John Aryananda meluncurkan emas Waris Sampoerna di Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, Senin (11/11/2019). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Produsen rokok terkenal, PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna), mulai merambah bisnis penjualan emas. Melalui anak usahanya, PT Sampoerna Gold Indonesia, perusahaan menjual emas batangan berbagai ukuran.

Pada peluncuran perdananya, perusahaan menjual emas ukuran 10 gram sebanyak 100 kilogram hingga akhir tahun. Ukuran yang lebih kecil mulai dari 1 gram hingga 5 gram bakal dijual mulai tahun depan.

Berapa harga per gramnya?

Sebagai pemain baru, perusahaan tak membedakan harga jualnya dengan emas batangan pendahulu seperti PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

CEO Sampoerna Gold Indonesia John Aryananda menyebutkan, harga per gram emas batangan yang diberi nama WARIS Sampoerna dijual sesuai dengan indeks harga emas dunia.

"Paling kecil 1 gram sekitar Rp 750.000. Harganya sesuai indeks. Misalnya untuk emas Antam 10 gram saja per toko beda-beda harganya, tergantung mereka beli. Jadi sesuai dengan indeks harga emas dunia," kata dia usai peluncuran di Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, Senin (11/11).

CEO PT Sampoerna Gold Indonesia John Aryananda meluncurkan emas Waris Sampoerna di Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, Senin (11/11/2019). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Untuk mendapatkan emas WARIS Sampoerna, John menerangkan, sudah bisa dibeli saat ini juga. Ada dua platform penjualan secara digital yang diajak kerja sama yakni Orori dan e-mas.com.

Kedua situs penjualan emas ini dipilih perusahaan karena dianggap terpercaya untuk memasarkan emas batangan Sampoerna. Untuk pembeliannya, bisa dilakukan kapan saja.

Sayangnya, pada peluncuran pertama ini, konsumen belum bisa membelinya secara fisik dengan datang ke toko. John mengatakan, pasar tradisional emas batangan masih disiapkan perusahaan beberapa waktu ke depan dengan memfokuskan pada wilayah Jawa dulu.

Sementara untuk konsumen yang ingin mencetak emas batangan yang sudah dibeli secara online, bisa dilakukan kapan pun. Emas batangan ini dilengkapi dengan kode QR yang unik dan sertifikat untuk keaslian barang.

"Bisa kita antar juga sampai ke alamat konsumen. Jadi sangat mudah," kata dia.

Logam Mulia atau Ema Waris Sampoerna 99,99 persen. Foto: Ema Fitriyani

Sasar Kaum Menengah ke Bawah dan Milenial

John mengatakan, meski baru diluncurkan hari ini, tapi sudah ada pemesanan emas WARIS Sampoerna sebanyak 34 kg dari dari total 100 kg yang dikeluarkan perusahaan hingga akhir tahun ini.

Dia menyebutkan, usai tes market, ke depannya perusahaan bakal menganalisis konsumen yang disasar. Dia ingin emas batangan WARIS Sampoerna yang memiliki kadar emas 99,99 persen 24 karat ini bisa dimiliki berbagai lapis masyarakat sebagai produk investasi, termasuk kaum milenial.

Ilustrasi emas batangan (antam). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

"Selama dua atau tiga bulan lakukan penjajakan, jadi kita tentukan segmen kita setelah masuk kuartal I 2020. Tapi dengan 10 gram ini segmen kita ke milenial," kata John.

Tahun depan, John mengatakan, akan menyiapkan 100 kg lagi untuk produksi emas batangan WARIS Sampoerna. Dia sudah menyiapkan dana sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

Dengan modal tersebut, perusahaan menargetkan penjualan 20 ton emas batangan pada 2020.

"Untuk total marketnya, berapa bisa mengambil 5 persen dari penjualan emas batangan di Indonesia yang dikuasai PT Antam Tbk dan emas UBS. Sepengetahuan saya, Antam itu marketnya 90 persen. 10 persennya lagi emas UBS. Jadi paling enggak kita sekitar 5 persen dari market UBS," tuturnya.

Artikel Asli