Ini Kondisi Bayi 6 Bulan Pengidap Atresia Bilier di Sumut, Selalu Menangis Menahan Sakit

Kompas.com Dipublikasikan 14.05, 06/08 • Michael Hangga Wismabrata
HENDRIK YANTO HALAWA
Suasana di RS Murni Teguh, Medan, Sumatera Utara, tempat Nadine Sohaga Gulo menjalani perawatan yang didamping pendamping keluarga (Darwis Zendrato baju putih) dan Ibunya Ernawati Gulo (baju merah)

KOMPAS.com - Bayi Nadine Sohaga Gulo asal Desa Baruzo, Kecamatan Sogaeadu, Kabupaten Nias, Sumatea Utara, divonis menderita Atresia Bilier oleh dokter.

Gangguan fungsi hati di tubuh Nadine membuat dirinya hanya bisa menangis saat sakit mendera.

Sang orangtua, Ivan Berkat Tama Gulo (26) dan Ernawati Gulo (22), hanya bisa pasrah saat mengetahui biaya pengobatan Nadine mencapai Rp 2 miliar.

"Kadang juga tidak menangis, namun wajahnya menahan untuk tidak menangis. Di situ saya dan istri hanya pasrah dan berserah diri, semoga anak kami kuat menahan sakit yang dideritanya," kata Ivan kepada Kompas.com.

Baca juga: Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores…

Sementara itu, menurut perwakilan keluarga, menurut Darwis Zendrato, Nadine sebelumnya didiagnosa memiliki penyakit kolestasis ekstrahepatik, atresia bilier Dd/alagille syndrome, asianotik CHD, hipoalbuminemia, dan anemia.

Nadine sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Murni Teguh, Medan, Sumatera Utara.

Saat itu pihak rumah sakit berencana merujuk Nadine ke RSCM Jakarta, untuk menjalani operasi pencangkokan hati dan perawatan lainnya.

Namun, biaya menjadi kendala kedua orangtua Nadine.

"Apalagi yang bisa kami buat? Sudah dua rumah sakit kami kunjungi tapi tak bisa menangani, dan juga kami tidak mampu mengobati dengan pembiayaan yang begitu besar. Sekarang hanya berharap ada dermawan yang dapat membantu," kata Darwis.

 

Sempat tak tahu sakit apa

Darwis menjelaskan, pada April 2020 lalu, Nadine sempat dibawa ke Puskesmas Sogaeadu dan dirawat selama 2 hari.

Nadine pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli, dan dirawat selama 3 hari.

"Dirawat di RSUD Gunungsitoli, namun tidak diketahui adanya penyakit dan kami disuruh pulang," kata Darwis kepada Kompas.com, Rabu (5/8/2020).

Nadine yang lahir 25 Januari 2020 lalu sempat dibawa kembali ke rumah sakit, namun penyakitnya tidak juga diketahui. 

UPDATE: Kompas.com menggalang dana membantu kisah Nadine sang bayi 6 bulan pengidap kelainan Hati. Sumbangkan rezeki Anda dengan klik di sini untuk donasi via Kitabisa.com

(Penulis: Kontributor Nias, Hendrik Yanto Halawa | Editor: Abba Gabrillin)

Editor: Michael Hangga Wismabrata

Artikel Asli