Ini Cara Asesmen Peserta Didik di Tengah Pandemi

Jawapos Diupdate 07.12, 10/08 • Dipublikasikan 14.20, 10/08 • Mohamad Nur Asikin
Ini Cara Asesmen Peserta Didik di Tengah Pandemi

JawaPos.com – Dalam masa pandemi Covid-19, terlihat adanya kesenjangan antar peserta didik. Untuk membantu mereka yang berpotensi semakin tertinggal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun meminta agar satuan pendidikan melakukan asesmen (penilaian) kepada para murid.

Kepala Badan Penelitian dan dan Pengembangan dan Perbukuan, Totok Suprayitno mengatakan bahwa peran asesmen ini sangat penting dalam mengidentidikasi keragaman kemampuan belajar anak.

“Ini diajar bersama-sama (sekolah seperti biasa) saja, kemampuan anak itu beragam, apalagi cara belajar beragam, pasti hasilnya juga beragam. Maka dari itu asesmen dengan berbagai kreativitas tenaga didik itu diperlukan, tidak gampang, sulit” ungkap Totok yang diolah dari siaran sebuah radio , Senin (10/8).

Guru SD Negeri Indrasari 1 Martapura, Kalimantan Selatan, Yayuk Hartini pun juga mengatakan bahwa asesmen di tengah pandemi ini begitu sulit. Pasalnya, para guru tidak bertemu dengan anak didiknya.

“Ini salah satu tantangan bagi kami, bagaimana kita tetap bisa menilai dengan objektif dan reliabel karena itu susah sekali ya, penilaian itu kan juga normalnya dilakukan dengan observasi salah satunya, apalagi penilaian sikap,” tutur dia.

Dia pun memberikan tips dalam melakukan asesmen kepada para peserta didik. Salah satunya adalah memberikan lembaran tugas yang bersifat praktik.

“Itu untuk menilai sikap, ada kegiatan yang bersifat kognitif untuk menilai kemampuan pengetahuannya, ada juga kegiatan untuk menilai psikomotorik mereka, misalnya dengan praktik proyek produk tapi jangan susah-susah, karena kalau susah susah itu mamanya di rumah itu darah tinggi semua, harus pastikan itu yang sederhana dan memang bisa dilakukan dirumah,” ujarnya.

Artikel Asli