Ini Bahayanya Jika Ubah Kabin Mobil Jadi Kasur Berjalan

Kompas.com Dipublikasikan 23.42, 15/12/2019 • Gilang Satria
Shutterstock
Aplikasi seperti TMC Polda Metro Jaya menawarkan banyak info, mulai dari keberadaan kantor polisi, kejadian penting seputar kecelakaan, demonstrasi dan kebakaran dapat menjadi pertimbangan Anda demi kelancaran perjalanan mudik nanti.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak sedikit karena momen libur akhir tahun ada yang menyulap kabin mobil belakang menjadi kasur. Alasannya biar penumpang belakang terutama anak kecil jadi lebih nyaman.

Padahal hal itu justru sangat berbahaya. Seperti disebutkan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengubah kabin jadi kasur sudah menyalahi konsep keselamatan berkendara.

Baca juga: Ketika Mudik Wajib Didampingi Asisten Sopir

"Kenapa, karena dasarnya berdasarkan fakta dan tes lainnya segala sesuatu yang tidak terikat dalam kendaraan, saat kendataan tersebut mengalami benturan, terbalik atau apapun, tertabrak, maka objek yang tidak terikat tadi akan bergerak dengan kecepatan saat tabrakan," kata Jusri kepada Kompas.com, Minggu (15/12/2019).

Jusri menjelaskan, misalkan terjadi kecelakaan dan mobil melaju dengan kecepatan 100 kpj, maka objek di belakang yang tidak memakai sabuk pengaman juga akan melesat dalam kecepatan 100 kpj.

Baca juga: Mudik Pakai Motor dari Kacamata Produsen

"Bayangkan jika itu anak kecil, terbang dengan kecepatan seperti itu, dapat memecahkan kepala saat dia menabrak tiang atau kaca," kata Jusri.

Pria yang masih aktif jadi joki drag race Harley Davidson itu mengatakan, seharusnya penegak hukum bisa mengambil langkah tegas untuk memberantas hal seperti ini karena juga menyangkut keselamatan.

"Harusnya penegak hukum dapat melakukan penegakan dalam kasus ini. Sayangnya di kita UU belum mendukung soal itu. Sebab sabuk pengaman masih terbatas pada pengemudi dan penumpang depan saja," katanya.

Penulis: Gilang SatriaEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli