Ini Alasan Kenapa Anda Stres Karena Macet

HelloSehat.com Diupdate 17.00, 20/02 • Dipublikasikan 17.00, 20/02 • Maria Amanda
kemacetan membuat stres
kemacetan membuat stres

Pernah merasa stres karena terjebak macet di jalan? Hal ini mungkin sering terjadi pada Anda, apalagi jika tinggal di kota besar dengan padat kendaraan pada jam pergi dan pulang kantor. Bagi pekerja kantoran yang diburu waktu, tak bisa dipungkiri bahwa jalanan macet kerap memudahkan emosi meluap.
Lantas, bagaimana macet bisa mengakibatkan stres

Stres karena macet, kok bisa?

Bagaimana rasanya ketika satu jam sudah Anda duduk diam menatap rangkaian kendaraan bermotor terhenti seperti parkir begitu saja di jalan. Pasrah, marah, atau kesal? 
Kemacetan memang menyebabkan stres, kemarahan, dan kecemasan. Bukan saja Anda yang mengalaminya. Hal ini juga dialami pengendara lain yang berada di kanan kiri kendaraan Anda.
Menghabiskan berjam-jam di jalanan dapat menguras kesehatan dan kebahagiaan Anda. 
Asap kendaraan bermotor yang diketahui sebagai polutan juga turut memengaruhi kondisi kesehatan para pengemudi kendaraan bermotor. 
Menurut Environmental Protection Agency seperti yang dikatakan Web MD, rata-rata orang dewasa menghirup 3.400 galon udara setiap harinya. Bila kita berada di jalan setidaknya 2 jam sehari, kita pun menghirup polusi ratusan galon yang bisa meningkatkan risiko asma, emfisema, dan gangguan paru-paru lainnya.
Pada sebuah penelitian Annual Review of Public Health dikatakan bahwa faktor stres dari jalanan macet juga dipengaruhi oleh faktor internal manusia itu sendiri. Misalnya saja faktor stres, kelelahan, dan kewaspadaan.
Para peneliti beranggapan bahwa orang yang bekerja sebagai pengendara di jalan memiliki faktor aktivitas fisik yang berpengaruh terhadap tingkat kecelakaan di jalan. 
Salah satu cara yang ditawarkan para peneliti untuk mengurangi tingkat stres di jalan adalah dengan pengelolaan stres, meningkatkan aktivitas fisik, fasilitas tempat istirahat atau tidur, upaya untuk mengurangi kelelahan serta peningkatan kewaspadaan. 
Cara ini mampu mendukung aspek fisik dan psikologis di kalangan pengemudi profesional. Mungkin saja ini dapat dikaitkan dengan kita yang kerap terpapar kemacetan di jalanan.

Ketika berkendara, kita berada di bawah pengaruh emosi negatif

Tak sedikit pula orang melakukan multitasking dan melanggar aturan lalu lintas saat menyetir kendaraan. Misalnya, menerobos lampu merah, baca koran, membuka ponsel, makan sarapan, serta melakukan panggilan saat berkendara. Terkadang kesal melihat pengendara melakukan ini, tetapi mungkin saja kita salah satu dari mereka.
Ketika otak terdistraksi karena melakukan dua pekerjaan sekaligus, otomatis konsentrasi pun terpecah. Peneliti dari Carnegie Mellon University melakukan sebuah studi, bahwa pekerjaan multitasking dalam waktu yang sama mengurangi kemampuan otak untuk berkonsentrasi. Risiko terburuk dari pekerjaan multitasking adalah kecelakaan.
Apakah kemacetan menyebabkan stres? Bisa jadi aktivitas multitasking dan emosi di sekitar bisa menjadi pemicunya.

Sabar, masih ada jalan supaya tidak stres di jalan

Menurut Profesor Psikologi dari University of Hawaii, Leon James, PhD, mengatakan bahwa seseorang secara tak sadar dilingkupi oleh emosi negatif.
Menurutnya, menyetir merupakan aktivitas yang mana Anda dikelilingi ratusan orang dengan emosi negatif.Faktor tersebut yang dapat memicu stres ketika Anda terjebak di dalam kemacetan.
Supaya bisa mengendalikan stres karena macet, Anda sebaiknya:

1. Selalu waspada

Cobalah mengubah aspek pemikiran saat berkendara. Anda bisa melakukan peringatan pengendara lain, misal melalui klakson. Jangan ambil pusing pengendara lain di depan Anda.

2. Perhatikan perilaku sendiri

Bila Anda marah, tanyakan kepada diri sendiri apa penyebabnya dan berapa lama Anda tetap marah. Apakah Anda membuat gerakan yang agresif atau tidak.

3. Ubah perilaku

Beberapa kalimat ibarat mantra untuk diri di jalan. Bila kesal, cobalah untuk mengatakan pada diri sendiri, “kemacetan ini bukan salah pengendara lainnya kok”, “mungkin saja mereka ngebut karena harus ada urgensi. Bisa jadi mereka harus buru-buru ke rumah sakit”.

Ketika sudah terjebak macet, begini cara mengatasinya

Stres karena macet bisa buat mood berantakan dan jadwal harian tak karuan. Namun, bila sudah terlanjur melalui jalanan macet yang tak terhindarkan, cara terbaik untuk meminimalkan stres adalah dengan menghadapinya dengan santai saja.
Berikut tips yang bisa membuat Anda lebih tenang di jalanan.

1. Tarik napas panjang, hembuskan

Jangan sampai kemacetan menyebabkan stres. Marah pun tak memberi solusi jalanan jadi lancar. Oleh karenanya, tenangkan diri dengan menarik napas dan menghembuskan perlahan. Teknik ini bisa membuat Anda jadi lebih rileks.

2. Jadikan kemacetan sebagai kesempatan

Bila kemacetan biasanya membuat Anda jadi stres, coba ibaratkan kemacetan tempat me time untuk Anda. Misalnya, sebagai waktu rileks untuk beristirahat atau kesempatan menyetel lagu dan radio favorit.

3. Senyum saja

Saat kemacetan, cobalah untuk tersenyum, cara ini mampu mengurangi tingkat respon tubuh terhadap stres. Mungkin saja ada hal lucu di sekitar kemacetan. Setidaknya jadikan hal itu hiburan untuk Anda.

4. Pasrah untuk hindari kecemasan

Tak sedikit pengendara saling memburu waktu di jalanan. Tetapi ketika Anda sudah terlambat, sementara jalanan macet, santailah saja. Pasrah dan nikmati perjalanan, buang jauh-jauh pikiran cemas. Terkadang pikiran menjadi hakim bagi diri kita sendiri. Hal ini memicu Anda mudah stres di jalanan.

5. Tidak perlu marah

Stres karena macet bisa menimbulkan marah. Namun, jangan harap ketika Anda marah, Anda menghilangkan emosi negatif.
Justru ini akan berpengaruh pada pengemudi lain. Bisa jadi sumber emosi dari pengemudi lainnya. Tapi biarkan saja pengemudi lain dan jangan terlalu terbawa emosi. Cukup santai saja.

Artikel Asli