Ini Akibatnya Jika Hanya Sikat Gigi Sekali Sehari

Kompas.com Dipublikasikan 23.05, 21/10/2019 • Bestari Kumala Dewi
thinkstock/miya227
Ilustrasi menyikat gigi

KOMPAS.com - Pentingnya sikat gigi dua kali sehari tentu bukan hal asing lagi. Anjuran ini sudah kita dengar sejak kecil.

Lagipula, ini bukan hanya tentang kebersihan, menyikat gigi secara rutin juga dapat membantu melindungi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, meski tergoda untuk melewatkan sesi menyikat gigi – karena kamu terlalu lelah dan mengantuk setelah pulang kerja, usahakan untuk melawan rasa malas itu dan sikat gigimu hingga bersih sebelum tidur.

“Hal terburuk yang akan terjadi jika kamu melewatkan sikat gigi adalah kamu bisa sakit gusi. Tanda pertamanya gusi berdarah saat menyikat gigi,” kata Keith Arbeitman, DDS, dari Arbeitman & Shein Dentistry di Manhattan.

Umumnya, orang tak akan melewatkan sesi sikat gigi pertama di pagi hari. Tapi, lebih menyepelekan sesi sikat gigi di malam hari sebelum tidur.

Baca juga: Samakah Efek Berbagi Sikat Gigi dengan Berciuman?

Padahal, mengabaikan keharusan menyikat gigi yang kedua, berarti menumpuk sisa makan pagi, makan siang, makan malam, dan camilan di sekitar gigi dan gusi.

"Jika kamu makan makanan manis, berarti kamu memberi hadiah yang disukai oleh bakteri di gigi," kata Arbeitman.

"Lalu, kamu membiarkan bakteri itu sepanjang malam tinggal di dalam mulut. Jika hal ini sering terjadi, bukan tak mungkin kamu akan kehilangan gigi dan mungkin harus memertimbangkan implant,” imbuhnya.

Arbeitman melanjutkan, selama tetap berpegang pada jadwal menyikat gigi sekali sehari, hanya ada peluang tipis kamu terbebas dari penyakit gusi sepenuhnya.

Penumpukan plak yang menyebabkan penyakit gusi, membutuhkan waktu setidaknya 24 jam untuk berkembang.

“Jadi, jika kamu menyikat gigi dua kali sehari, kamu akan mengganggu bakteri-bakteri di mulut sebelum mereka mendapat kesempatan untuk membuat ‘kekacauan’ di gusimu,” jelasnya.

Baca juga: Waspada, Gusi Berdarah Saat Sikat Gigi Tanda Masalah Serius

Gigi menjadi rapuh memang sesuatu yang pasti terjadi, terutama jika hanya menyikat gigi di pagi hari.

Jika muncul satu lubang pada salah satu gigi, dokter gigi tentu akan menambalnya. Sayangnya, tambalan tidak bertahan selamanya.

Gigi-gigi itu akhirnya harus ditambal ulang dan setiap kali itu terjadi, dokter terpaksa harus mengebor lebih dalam dan selanjutnya pada satu titik kamu akan kehilangan gigi.

Selain gigi rusak, malas sikat gigi bisa menyebabkan bau mulut. Bahkan, jika kamu menutupinya dengan mengunyah permen karet, aroma tak sedap tetap tak akan tertutupi.

Tidak menyikat gigi memungkinkan bakteri berkembang dengan baik di dalam mulut, yang akhirnya mengarah ke penumpukan plak. Kemudian, plak ditambah dengan radang inilah yang akan menimbulkan bau busuk di mulut.

Menyikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam, bukan hanya menjaga kesehatan mulut, tapi juga berarti menyelamatkan orang-orang di sekeliling kamu dari bau mulutmu yang tak sedap.

Baca juga: 5 Tips Menyimpan Sikat Gigi agar Tak Jadi Sarang Kuman

 

Editor: Bestari Kumala Dewi

Artikel Asli