Ini 3 Lagu Ari Lasso yang "Membunuh"

INDOZONE.ID Dipublikasikan 03.52, 20/11/2019 • Fahmy Fotaleno
Ini 3 Lagu Ari Lasso yang
Lagu-lagu tersebut benar-benar mampu menusuk hati para pendengarnya, khususnya bagi mereka yang merasa terwakili dengan lagu itu.

Salah satu musisi yang kini juga aktif mengaupload berbagai aktifitasnya di Youtube, Ari Lasso tentunya sudah tidak asing lagi bagi kalangan pecinta musik khususnya di era 90-an. Mantan personil Dewa 19 yang memutuskan untuk bersolo karir ini, menjadi salah satu penyanyi solo terbaik yang ada hingga saat ini.

Terhitung sudah 6 album ditelurkan oleh penyanyi yang hobi kuliner ini. Beberapa album yang cukup meledak di pasaran saat itu yakni Sendiri Dulu (2001), Kulihat, Kudengar, Kurasa (2004) danSelalu Ada (2006).

Dari deretan album yang sudah pernah dirilis, ada beberapa lagu yang bisa dikatakan "membunuh" baik itu dari segi lirik maupun musiknya. Lagu-lagu tersebut benar-benar mampu menusuk hati para pendengarnya, khususnya bagi mereka yang merasa terwakili dengan lagu itu. Berikut ini 3 lagu Ari Lasso yang sangat menyayat hati:

1. Kedamaian Hati

Lagu yang ada di albumKulihat, Kudengar, Kurasa ini bercerita tentang sebuah upaya seseorang menyembunyikan perasaan kosong dan sunyi dalam dirinya di balik senyuman palsunya. Kerinduan mendalam akan hadirnya seseorang yang mampu menghadirkan kedamaian di dalam hatinya, tidak ia tunjukkan ke permukaan.

Ari Lasso dan Dul Jaelani (Instagram/@ari_lasso)

Komposisi liriknya tidak terlalu rumit serta beberpa pengulangan nada pada musiknya yang mengiringi lirik begitu seimbang. Petikan gitar klasik yang sederhana serta sedikit fill up dari gitar elektrik semakin menambah nuansa ketenangan dari lagu ini.

Lagu ini diciptakan oleh Ari Lasso dan Ricky FM yang merupakan keyboardist dari band yang juga memulai karir di era 90-an. Kedua musisi ini memang sering bekerja sama baik dalam produksi lagu maupun show.

2. Hancur

Masih dari album yang sama yakni Kulihat, Kudengar, Kurasa, lagu Hancur ini diciptakan oleh Ari Lasso, Echa Item dan juga Mohammad Amil Hussein atau biasa disapa Emil yang merupakan bassist dari band Naif.

Ari Lasso (Instagram/@ari_lasso)

Dibandingkan lagu Kedamian hati, lagu Hancur ini memiliki tempo yang sedikit lebih cepat yang diawali dengan dentingan piano lalu disambut dengan lantunan drum yang mulai ada sejak awal. Meski temponya sedikit lebih cepat namun tidak mengurangi pesan mendalam dari lirik lagunya.

Secara umum, lirik lagu ini menceritakan tentang sebuah pertemuan terakhir kalinya yang mengharuskan adanya perpisahan. Cinta digambarkan sebagai sebuah misteri dimana, awal dan akhirnya sulit untuk dimengerti. Dan pada kesempatan terakhir tersebut, pelukan dan air mata menjadi sebuah penutup dari perpisahan yang menghancurkan hati.

3. Lirih

Mungkin di albumSelalu Ada (2006) ini, ada beberapa lagu Ari Lasso yang menyayat hati, namun banyak yang setuju kalau Lirih merupakan lagu yang paling membunuh. Proses penciptaan lagu ini dibantu oleh salah satu musisi yakni Sandy Canester.

Ari Lasso (Instagram/@ari_lasso)

Saat manjadi juri Indonesia Idol tahun 2018, Ari Lasso pernah mengungkapkan bahwa lagu ini ia tulis berdasarkan cerita dari sahabatnya yang kehilangan anaknya. Dan lagu ini kata Ari, adalah lagu paling sedih yang pernah ia tulis.

Meski bercerita tentang kehilangan anak, namun pada intinya lagu ini sangat mewakili buat mereka yang kehilangan orang yang disayangi. Kombinasi lirik dan musiknya benar-benar "membunuh".

Artikel Asli