Ini 10 saham paling banyak dikoleksi asing pada perdagangan Jumat (14/8)

Kontan.co.id Dipublikasikan 09.48, 14/08 • Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,16% atau +8,4 poin ke level 5.247,69 pada perdagangan Jumat (14/8).

Kenaikan IHSG ditopang menguatnya sektor Tambang (0,95%), Barang Konsumsi (0,58%), Keuangan (0,46%), Manufaktur (0,32%) dan Industri Dasar (0,15%). Sementara, investor asing membukukan beli bersih (net buy) di seluruh pasar Rp 95,60 miliar.\

Baca Juga: IHSG naik lima hari berturut-turut total 2,02% ke 5.247 hingga Jumat (14/8)

Investor asing mengoleksi saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) Rp 408,8 miliar. Kendati diborong asing, tapi harga saham MNCN justru turun 6,88% ke Rp 880 per saham pada penutupan perdagangan. Saham MNCN ditransaksikan sebanyak 948,5 juta dengn nilai transaksi Rp 824,6 miliar.

Asing juga memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 62,2 miliar. Saham BBCA menguat 1,67% ke Rp 32.025 per saham pada penutupan perdagangan. Total transaksi saham BBCA sepanjang perdagangan mencapai 12,1 juta dengan nilai Rp 287,1 miliar.

Baca Juga: IHSG turun tipis 0,02% ke 5.238,35 pada sesi I perdagangan, Jumat (14/8)

Saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) juga dikoleksi asing Rp 13,4 miliar. Saham ESSA ditutup menguat 3,21% ke Rp 161 per saham.  Saham ESSA ditransaksikan sebanyak 91,1 juta dengan nilai Rp 13,7 miliar.

Asing juga memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 11,3 miliar. Saham BBRI menguat 0,30% ke Rp 3.340 per saham. Saham BBRI ditransaksikan sebanyak 105,4 juta dengan nilai Rp 350,8 miliar.

Berikut 10 saham dengan net buy paling banyak investor pada perdagangan Jumat (14/8):

  • MNCN Rp 408,8 miliar
  • BBCA Rp 62,2 miliar
  • ESSA Rp 13,4 miliar
  • BBRI Rp 11,3 miliar
  • CPIN Rp 5,6 miliar
  • KPIG Rp 2,6 miliar
  • INTP Rp 2,5 miliar
  • BNGA Rp 1,2 miliar
  • ASII Rp 654 juta
  • DSNG Rp 652 juta

Dalam sepekan IHSG IHSG melesat 2,02% dengan kenaikan lima hari berturut-turut.

Baca Juga: Utang luar negeri Indonesia triwulan II 2020 meningkat 5,0% yoy

 

Artikel Asli