Ingin Punya Mobil Mewah, Lelaki Ini Sengaja Merusak BMW Mahal

Suara.com Dipublikasikan 12.36, 05/12/2019 • M. Reza Sulaiman
Tampilan BMW 330 i M Sport yang merupakan All New BMW Seri 3 saat dipamerkan di ICE BSD, Serpong, Banten, Kamis (18/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Tampilan BMW 330 i M Sport yang merupakan All New BMW Seri 3 saat dipamerkan di ICE BSD, Serpong, Banten, Kamis (18/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Ingin Punya Mobil Mewah, Lelaki Ini Sengaja Merusak BMW Mahal

Seorang lelaki berusia 22 tahun dituduh sengaja membuat baret sedan BMW di sebuah dealer di Kota Jiangxi, China karena alasan yang sangat aneh.

Dengan begitu, ia percaya bahwa ayahnya akan membeli mobil sedam yang sudah ia sengaja 'rusak'.

Lelaki tersebut diidentifikasi dengan nama Ji Moubing, dilaporkan mengunjungi dealer BMW pada tanggal 25 November dan menyatakan minatnya untuk membeli sedan biru tua.

Staf kemudian mengatakan kepada polisi bahwa Ji awalnya bertindak normal dan tampak sangat bersemangat. Ia memberi tahu seorang staf dealer bahwa ayahnya sudah menjanjikan sebuah mobil baru karena Ji baru saja lolos mendapatkan SIM.

Sayangnya keadaan memburuk setelah Ji menelepon ayahnya dan memberi tahu jenis mobil apa yang ia inginkan.

Tidak jelas apa yang dikatakan ayah Ji Moubing kepadanya selama percakapan telepon singkat, tetapi staf dealer mengatakan kepada polisi bahwa setelah menutup teleponnya, lelaki berusia 22 tahun itu mengamuk, mengambil kunci mobil dan mulai membuat goresan di bagian belakang sedan yang sepertinya sangat ia sukai.

Ilustrasi Mobil BMW. (Carscoops)

Seorang staf showroom menelepon polisi segera setelah Ji melakukan tindakan ceroboh tersebut. Dalam pembelaannya, pemuda manja tersebut mengaku sengaja menggaruk sedan sehingga orangtuanya tidak punya pilihan selain membayar mobil tersebut.

"Dia seperti anak kecil yang meminta hadiah dari orangtuanya. Dia percaya jika dia merusak mobil, ayahnya akan membelinya untuknya," kata Chen Junnan, seorang petugas polisi kepada Pear Video, dilansir Oddity Central.

Kasus ini masih dalam penyelidikan dan tidak jelas apakah ayah Ji akhirnya membelikan mobil untuk membebaskan putranya.

Artikel Asli