Ingin Orang-orang Menertawakannya Saat Ia Dimakamkan, Pria Ini Lakukan Hal Ini Dari Dalam Peti Matinya

Intisari Dipublikasikan 10.00, 15/10/2019 • Afif Khoirul M
Suasana pemakaman Bradley.

Intisari-online.com - Pada hari berkabung seperti kematian, tentu saja semua orang akan sedih karena ditinggalkan oleh seseorang tercinta.

Namun, seorang pria asal Dublin, Irlandia tak ingin hal itu terjadi.

Maka dia melakukan sesuatu yang unik supaya orang-orang melupakan kesedihannya pada saat dia dimakamkan dan justru menertawakannya.

Karena itulah dia memiliki permintaan aneh ketika sekarat kepada keluarganya.

Melansir Daily Mirror pada Senin (14/10/19) Shay Bradley merencanakan lelucon yang rumit sebelum meninggal dunia, dalam upaya memberikan sesuatu pada orang yang berduka.

Dia berharap mereka tidak menangis dan justru menertawakannya saat ia dimakamkan.

Dalam sebuah rekaman video, para pelayat berkumpul sekitar liang lahat Bradley.

Namun, saat peti mati diturunkan lagu pengiring tiba-tiba berhenti dan seorang pria dari dalam kubur Bradley tiba-tiba mengetuk peti mati dan mengatakan "Halo".

Peti mati milik Bradley ketika dikebumikan.' (Daily Mirror/Dublin Live)

Keluarga dan pelayat lainnya tak percaya Bradley hidup lagi, kemudian dia mulai berkata "biarkan aku keluar."

Air mata mereka segera berubah menjadi tawa, bahkan Bradley mulai berkata "di sini gelap".

Kemudian melanjutkan, "Biarkan aku keluar. Aku bisa mendengarmu! Apakah itu pendeta yang bisa kudengar? Aku ada di dalam kotak, bisakah kau mendengarnya?"

Segera lelucon itu berakhir, dan ternyata semua itu telah disiapkan oleh Bradley ketika sekarat.

Orang-orang yang awalnya sedih berubah menjadi tawa karena lelucon Bradley.' (Daily Mirror/Dublin Live)

Dia membuat rekaman dan menempatkannya di peti matinya, dan diputar tepat saat dia akan dikebumikan.

Putrinya Andrea membuat postingan di Facebook, ia mengatakan, "Harapan sekarat ayahnya selalu iseng dan membuat orang lain tertawa ketika kami membutuhkannya, aku mencintaimu selamanya."

Dia menambahkan, "Adalah keinginan yang sekarat supaya kami memutar ini, sungguh lelaki yang membuat kami tertawa ketika sedih."

Syah meninggal pada Jumat (11/10) minggu lalu sebelum dimakamkan pada Sabtu (12/10).

Artikel Asli