Indonesia dan AS Berbagi Ide Tekan Kecelakaan di Jalan Tol

Otosia.com Dipublikasikan 04.15, 06/12/2019

Otosia.com -

Indonesia menjadi negara dengan jaringan jalan terbesar dan paling berkembang di Asia Tenggara. Indonesia memiliki 47.000 km jalan nasional dan 2.000 km jalan tol. Luasnya jalan raya Indonesia berbanding lurus dengan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Tidak salah jika Indonesia termasuk salah satu negara penyumbang kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia. Setiap tahun tercatat sekitar 26.000-29.000 jiwa melayang di jalan raya karena kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan data Korlantas, jumlah kecelakaan lalu lintas pada tahun 2017 mencapai 104.327 kejadian, kemudian naik di tahun 2018 dengan jumlah 107.968 kejadian. Setiap hari ada sekitar tiga kecelakaan yang terjadi di seluruh jalan tol di Indonesia.

Sementara menurut Global Status Report on Road Safety 2018 dari WHO, 31,282 orang Indonesia meninggal disebabkan oleh kecelakaan di jalan raya, angka tersebut terdiri dari 76% pria dan 22% wanita.

 (kpl/nzr/ahm)

Menyikapi fakta di atas, Kementerian Perhubungan RI berbagi ide dan platform dengan 3M maupun pemerintah Amerika Serikat untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan serta mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas dan angka kematian di dalam negeri.

Hal tersebut terungkap dalam seminar bertajuk ‘Towards Safer Roads: Safety Readiness for Highway Networks Rapid Growth in Indonesia’ yang diinisiasi 3M bersama Kementerian Perhubungan RI di salah satu hotel berbintang di kawasan jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis siang (5/12).

“Melalui seminar yang menjadi platform bagi kedua negara untuk saling berdiskusi diharapkan akan menghadirkan suatu solusi yang terukur. Pertemuan seminar ini memberikan perhatian terhadap peningkatan kerja sama di bidang transportasi, khususnya dalam hal peningkatan keselamatan lalu lintas jalan,” ujar Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI.

Tingginya angka kecelakaan di Indonesia salah satu penyebabnya adalah tingkat kesadaran berlalu lintas yang rendah dan kurangnya standar keselamatan berkendara yang konsisten dan tegas untuk meningkatkan kepatuhan ketika berkendara.

“Dengan menerapkan teknologi baru dan memperkenalkan standar keselamatan yang dapat diaplikasikan di fasilitas jalan seperti papan penunjuk arah atau rambu-rambu lalu lintas, maka diharapkan dapat membantu menurunkan angka kecelakaan dan kematian di jalan tol,” timpal Shawn Lowry, Global Business Director for 3M’s Transportation Safety Division.

Untuk mendukung terciptanya ekosistem infrastruktur yang aman, 3M beserta Kedutaan Besar AS dan Kementerian Perhubungan RI setuju bahwa teknologi memainkan peran dalam memajukan keselamatan pengguna jalan di Indonesia serta mengurangi pengeluaran yang diakibatkan oleh kerugian sosial.

Salah satu teknologi yang dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan terutama yang melibatkan kendaraan besar di tol adalah pemakaian lembaran reflektif atau stiker pemantul cahaya, serta perlengkapan jalan lainnya.

 Ilustrasi kecelakaan (kunc.org)
Ilustrasi kecelakaan (kunc.org)
Artikel Asli