Imbas Istri Nyinyiri Penusukan Wiranto, Peltu YNS Tak Lagi Pegang Jabatan

Merdeka.com Dipublikasikan 14.48, 15/10/2019
Anggota TNI AU Lanud Muljono Surabaya Peltu YNS menjalani sidang akibat istri komentar nyinyir soal . ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes
Selama ini, Peltu YNS merupakan seorang bintara penyidik di Lanud Muljono.

Peltu YNS, anggota TNI AU Lanud Muljono telah dijatuhi hukuman fisik dan administrasi pada sidang disiplin yang digelar Selasa (15/10) ini. Lalu, bagaimana kelanjutan masa depan Peltu YNS akibat postingan nyinyir sang istri terkait insiden penusukan Menkopolhukam Wiranto?

Kepala Penerangan Lanud Muljono, Surabaya, Mayor Sus Bendoro Raden Mas Prasetyo Aryo P.S mengatakan, usai menjalani hukuman fisik selama 5 hari penjara Peltu YNS akan dikembalikan ke kesatuannya.

"Ya dikembalikan ke kesatuan kalau sudah selesai menjalani hukuman disiplin," tegasnya, Selasa (15/10).

Namun, meski dikembalikan ke kesatuan, ia tidak akan diberikan jabatan, alias non job. Selama ini, Peltu YNS merupakan seorang bintara penyidik di Lanud Muljono.

"Ia tidak akan memegang jabatan, ya non job lah," ujarnya.

Sampai kapan? Ia tidak menjelaskan secara gamblang. Namun ia menegaskan jika selain hukuman fisik, Peltu YNS juga masih harus menerima sanksi administratif dari hakim displin.

Sebelumnya, sidang disiplin Peltu YNS dipimpin langsung oleh hakim disiplin Komandan Lanud Muljono Surabaya, Kolonel Pnb Budi Ramelan. Dari sidang disiplin tersebut dihasilkan beberapa keputusan. Di antaranya adalah, menjatuhkan sanksi administratif berupa penundaan untuk mengikuti pendidikan pembentukan perwira selama 1 gelombang dan penundaan kenaikan pangkat selama 2 periode.

Selain hukuman administrasi, hakim disiplin juga menjatuhkan hukuman disiplin berupa penahanan selama 5 hari. Alasannya, dikarenakan yang bersangkutan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan perintah kedinasan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan tata tertib militer.

"Betul, ada dua poin yang dihasilkan dari sidang disiplin itu. Yakni hukuman secara administratif dan hukuman (fisik) disiplin. Ini termasuk hukuman ringan ya, maksimalnya kan 14 hari. Kalau hukuman berat kan hukumannya 21 hari (penjara)," tukasnya.

Hukuman disiplin yang diterimanya ini merupakan salah satu akibat dari istri Peltu YNS, berinisial FS yang berkomentar nyinyir atas insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto.

FS sendiri sempat diperiksa polisi sejak Jumat (11/10) malam. Sekitar pukul 20.00 WIB FS nampak datang dengan kawalan di Mapolresta Sidoarjo. Ia pun terlihat langsung memasuki ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sidoarjo. Selanjutnya, FS yang juga mengenakan baju putih dan berkerudung warna merah motif batik tersebut diantar masuk ke ruang Reskrim, sekitar pukul 22.00 WIB.

Usai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 03.00 WIB, FS keluar dan langsung menuju mobil dinas Satpom AU, dengan kawalan. Saat ditemui awak media FS pun pergi meninggalkan Mapolresta Sidoarjo, Sabtu dini hari, tanpa sepatah kata pun.

Sementara, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho membenarkan adanya laporan yang diterima SPKT Polresta Sidoarjo, terkait pelaporan tindak pidana ITE dari Pom AU. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara rinci, sebab masih dalam penanganan.

"Mohon izin rekan-rekan terkait pelaporan dari POM AU mengenai tindak pidana informasi dan transaksi elektronik (ITE) dengan terlapor FS, saya sampaikan benar tadi malam SPKT Polresta Sidoarjo telah menerima laporan tersebut. Saat ini sedang dalam penanganan dengan lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mohon berkenan kami kasih waktu untuk fokus menangani perkara tersebut, terima kasih banyak atas pengertiannya," singkatnya.

Artikel Asli