Ikuti 'Aturan 6 Menit' Demi Seks yang Lebih Memuaskan

CNN Indonesia Dipublikasikan 15.15, 21/02

Pemanasan alias foreplay buat sebagian kalangan dianggap cuma buang-buang waktu. Sebagian lagi menilai bahwa afterplay hanya cara laki-laki menyenangkan pasangan. Padahal, baik foreplay maupun afterplay memainkan peran untuk menciptakan kepuasan seksual.

Penelitian terbaru menemukan, lebih dari enam menit aktivitas seksual sebelum penetrasi dapat meningkatkan kepuasan seksual seseorang. Studi ini kemudian dikenal dengan hasilnya yang disebut sebagai 'aturan 6 menit'.

Aturan 6 menit dicetuskan sebuah studi yang dilakukan oleh produsen kondom, Trojan, dan organisasi nonprofit, Sex Information and Education Council of Canada (SIECCAN). Studi melibatkan sebanyak 1.500 partisipan asal Kanada berusia 18-24 tahun.

"Terkadang kita lupa tentang ikatan lain, selain seks [penetrasi]. Saat kita merasa rileks, kita merasa sangat terhubung, dan itu adalah waktu yang tepat untuk keintiman yang bisa meningkatkan kepuasan seksual," ujar salah satu peneliti sekaligus pakar seksologi University of Guelph, Profesor Robin Milhausen, mengutip Refinery29.

Lantas, apakah harus selalu 6 menit?

Secara umum, semakin lama durasi foreplay atau afterplay, semakin tinggi kepuasan seksual yang didapat. Milhausen mengatakan, 6 menit adalah waktu yang penting.

"Orang yang paling puas dalam bercinta melakukan banyak variasi aktivitas [seksual]. Ini adalah hal paling sederhana yang bisa dilakukan demi hubungan dan tidak menghabiskan dana," imbuhnya.

Menanggapi hasil studi tersebut, edukator seks, Cynthia Loyst mengatakan, pandangan masyarakat tentang seks masih terbatas pada ihwal penetrasi dan capaian orgasme. Hal ini menjadi sebuah persoalan dalam memahami kepuasan seksual.

"Kita perlu mengubah foreplay dan afterplay menjadi istilah sexual play, karena semuanya merupakan aktivitas untuk kepuasan seksual," kata Loyst.

Loyst menilai, studi tersebut merupakan sinyal dari perubahan sikap generasi Z terkait kesepakatan. "Data ini menunjukkan bahwa seseorang ingin tubuh mereka dihargai, khususnya setelah hubungan seks," imbuhnya.

Artikel Asli