Ikut Ari Askhara Dkk ke Perancis, Ini Kata Ketua Harian SK Garuda

Kompas.com Dipublikasikan 13.50, 12/12/2019 • Kiki Safitri
KOMPAS.com/ Bambang P. Jatmiko
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 NEO saat peluncuran di hanggar GMF Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (27/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia Tommy Tampati angkat bicara lantaran ikut dalam rombongan manajemen ke Prancis untuk membawa pesawat Airbus A330-900 NEO ke Indonesia pada November 2019.

Seperti diketahui, pesawat tersebut kedapatan membawa onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal. Namun menurut Tommy, kepergiannya ke Perancis tersebut merupakan bentuk kedekatan yang terbangun antara serikat pekerja dengan manajemen.
"Itulah sebenarnya saya sekalian klarifikasi kepada rekan-rekan kedekatan kami dengan manajemen itu kemitraan bukan dalam pengertian negatif," kata Tommy di Jakarta Pusat Kamis (12/12/2019).

Kabar ikutnya Tommy ke Perancis ramai dibahas di media sosial oleh salah satu akun Twitter. Kehadiran Tommy dalam pengambilan pesawat Airbus itu yang dinilai tidak perlu. Sebab pihak yang berkepentingan adalah teknisi dan kru.

"Keberangkatan kami itu manajemen memang benar mengajak. Jadi ada perwakilan untuk ikut dalam penjemputan itu karena solidaritas kita," kata Tommy.

Tommy menyebutkan, bentuk kemitraan yang positif ini memang sering dipelintir oleh oknum tidak bertanggungjawab. Maka dari iru, Tommy lebih memilih untuk tidak berkomentar.

"Dalam rakor saja, serikat dilibatkan untuk dimintai masukan. Sekarang kemitraan positif untuk membangun Garuda, dipelintir di lapangan. Tapi biarlah inilah negara kita apapun di pelintir," ujarnya.

Tommy menjelaskan, kehadirannya dalam pemgambilan pesawat ke Prancis dalam rangka mengetahui bagaimana produksi pesawat Airbus.

"Saya kira begini, itu ada pertimbangan tertentu untuk pemahaman bagi kami, supaya kami bisa jelaskan kepada anggota kami bahwa Airbus pabriknya begini dan sebagainya," kata Tommy.

Tommy pun menyebut dirinya tak membawa bentuk-bentuk barang mahal seperti penyeludupan yang dilakukan mantan Dirut Garuda Ari Askhara.

"Kami berani untuk declare, saya kemarin ditanya bawa apa, saya bilang bawa coklat diperiksa juga oleh bea cukai," ucapnya.

Penulis: Kiki SafitriEditor: Yoga Sukmana

Artikel Asli