Ikan Killifish Afrika ini Mungkin Bisa Hentikan Penuaan pada Manusia

Kompas.com Dipublikasikan 03.30, 22/02 • Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Ilustrasi ikan killifish Afrika

KOMPAS.com - Sebuah penelitian tentang ikan killifish pirus Afrika mengungkap rahasia di balik fenomena biologis yang dapat menghentikan kehidupan embrionik.

Melansir The Independent, Sabtu (22/2/2020), temuan dari studi ini dinilai memberikan implikasi potensial bagi penuaan manusia.

Spesies ikan seperti killifish, ternyata memiliki fakta unik, yakni dapat menempatkan diri dalam keadaan mati suri, yang dikenal sebagai diapause.

Dalam keadaan ini, sebagai embrio, secara efektif menghentikan proses penuaan untuk membantu organisme bertahan hidup di lingkungan ekstrem.

Baca juga: Unik dan Langka, Ada Ikan Pari Manta Berwarna Pink di Australia

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal akademik Science ini menemukan embrio menempatkan fungsi seperti pertumbuhan sel dan pengembangan organ yang bisa ditahan selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Mekanisme diapause pada killifish Afrika ini, diklaim peneliti dapat membantu dalam proses pengobatan penyakit terkait penuaan, bahkan pemeliharaan kesehatan organ manusia.

"Alam telah mengidentifikasi cara-cara untuk menghentikan waktu," ungkap Anne Brunet, ahli genetika dari Stanford University dalam laporan tersebut.

Penelitian menunjukkan adanya gen yang terlibat dalam proliferasi sel dan pengembangan organ dimatikan selama diapause embrionik pada ikan killifish pirus Afrika.

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Apakah Ikan juga Tidur?

Sementara itu, gen yang bertindak sebagai pemantau sistem dikirimkan sinyal yang lain terkait pemeliharaan otot, sistem metabolisme juga akan terpengaruh.

Studi ini menemukan adanoya protein yang disebut CBX7, yang selama diapause berlangsung menunjukkan peningkatan produksi.

Protein ini diduga memainkan peran sentral dalam regulasi pergantian gen.

Menurut para peneliti, manipulasi protein tersebut dalam tubuh manusia, memungkinkan untuk meningkatkan prospek mengubah proses penuaan.

"Kami pikir, mempelajari proses diapause embrionik ini dapat memberikan pemahaman mendasar tentang bagaimana sel dan jaringan dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lama," jelas Brunet.

Sebab, kata dia, sel dan jaringan dapat menurun seiring bertambahnya usia.

"Orang dapat berspekulasi, mungkin pemahaman ini bisa membantu mengidentifikasi strategi untuk membantu melestarikan jaringan dan organ lebih baik," jelas Brunet.

Christoph Englert, seorang ahli genetika molekuler di Leibniz Institute on Aging di Jerman mengatakan penelitian baru ini menggeser paradigma diapause.

"Sebagai keadaan pasif dan membosankan menjadi keadaan aktif perkembangan non embrionik," kata Englert.

Baca juga: Pakar Temukan 4 Pola Penuaan Manusia, Setiap Orang Berbeda

Fenomena biologis yakni mekanisme alami dalam menghentikan perkembangan dan penuaan juga dimiliki larva cacing nematoda.

Larva cacing ini akan melakukan mekanisme tersebut ketika dihadapkan dengan perubahan lingkungan yang menantang dan kekurangan makanan.

Namun, invertebrata seperti nematoda tidak memiliki banyak fitur yang membuat hewan lain menua, seperti sistem kekebalan adaptif.

Bahkan, diperkirakan ada 130 spesies mamalia yang memiliki beberapa bentuk diapause, yakni fenomena biologis dalam menghentikan perkembangan dan penuaan.

 

Penulis: Holy Kartika Nurwigati SumartiningtyasEditor: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Artikel Asli