Ibu yang Jenazah Bayinya Dibawa Paksa Driver Ojek Online Laporkan RSUP M Djamil ke Ombudsman

Kompas.com Dipublikasikan 16.27, 20/11/2019 • Kontributor Padang, Perdana Putra
Dok: Humas RSUP M Djamil
Puluhan pengemudi Ojol membawa jenazah bayi rekannya dari RSUP M Djamil Padang, Selasa (19/11/2019)

PADANG, KOMPAS.com - Dewi Suriani, melaporkan pihak RSUP M Djamil Padang, ke Ombudsman Perwakilan Sumbar, terkait dipersulitnya pemulangan jenazah anak Dewi, Ramadhan Khalif Putra. 

Kejadian itu diketahui sempat viral karena rekan-rekan Dewi dari driver ojek online membawa paksa jenazah bayi tersebut.

"Hari ini kita telah terima pengaduan dari Dewi Suriani yang merupakan orangtua kandung Ramadhan Khalif Putra. Pengaduannya tentang dipersulitnya pemulangan jenazah," kata Asisten Ombudsman Sumbar Adel Wahidi yang dihubungi Kompas.com, Rabu (20/11/2019).

Adel mengatakan, dalam laporannya itu disebutkan bahwa pihak Dewi merasa dipersulit untuk membawa jenazah anaknya dari RSUP M Djamil karena pengurusan administrasi berbelit-belit.

Dari keterangan Dewi, Ramadhan meninggal dunia pada pukul 09.00 WIB, dan jenazahnya dibawa paksa pada pukul 12.00 WIB.

Sementara pengurusan administrasi yang dilakukan adik orangtua Ramadhan baru selesai pada pukul 13.00 WIB.

"Pihak RSUP menyebut prosedur pemulangan jenazah harus dua jam setelah meninggal. Kalau meninggal jam 09.00 WIB, jenazah harusnya bisa keluar pukul 11.00 WIB," kata Adel.

Adel juga menyoroti penyelesaian administrasi di RSUP M Djamil yang cukup lama karena setelah meninggal membutuhkan waktu empat jam.

Sementara itu Dirut RSUP M Djamil Padang Yusirwan Yusuf membantah bahwa pihaknya menghalang-halangi jenazah bayi dibawa pulang.

"Semuanya ada prosedurnya, baru bisa dibawa setelah dua jam usai meninggal. Kemudian pasien ini kan tidak mampu membayar, tentu membutuhkan proses administrasi yang panjang," kata Yusirwan.

Keluarga pasien, kata Yusirwan, tentu harus mengurus surat pernyataan dan kemudian juga harus diketahui pihak rumah sakit.

Pihak rumah sakit tidak pernah mempersulit pasien. Bahkan memberikan pelayanan maksimal selama pasien dirawat hingga meninggal dunia.

Saat ini pihak rumah sakit telah menggratiskan biaya perawatan bayi tersebut.

Penulis: Kontributor Padang, Perdana Putra

Editor: David Oliver Purba

Artikel Asli