IHSG Tertekan Kekhawatiran Kasus Covid-19 Naik Usai Lebaran

CNN Indonesia Dipublikasikan 23.36, 25/05 • CNN Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak cenderung lesu membuka perdagangan usai libur lebaran. Ada sentimen negatif dari dalam dan luar negeri yang mempengaruhi laju indeks saham pada perdagangan hari ini, Selasa (26/5).

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani Hendriko Gani menyebut pasar masih mencermati tambahan kasus positif covid-19. Utamanya, usai lebaran karena aktivitas masyarakat meningkat jelang hari raya.

"Ada perkiraan kasus covid-19 meningkat usai hari raya idulfitri," ujarnya kepadaCNNIndonesia.com.

Dari global, laju IHSG dibayangi demonstrasi di Hong Kong. Para demonstran pro-demokrasi Hong Kong menentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan Nasional.

Ia memprediksi IHSG bergerak di rentang support 4.460 dan resisten 4.596.

"Secara indikator teknikal IHSG juga menunjukkan pelemahan," jelasnya.

Sebaliknya, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memprediksi IHSG bergerak menguat. Namun, pergerakannya cukup terbatas dibayangi ketidakpastian yang ditimbulkan akibat pandemi covid-19.

Infografis Aturan New Normal Ritel dari Kemenkes

Infografis aturan new normal ritel dari Kemenkes. (CNN Indonesia/Timothy Loen).

"Fluktuasi cukup tinggi, masih dibayangi oleh banyaknya ketidakpastian dari global," kata Dennies.

Ia memprediksi indeks saham bergerak di rentang support 4.502-4.525 dan resistance 4.565-4.584.Penguatan akan ditopang faktor teknikal karena sebelumnya pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking) jelang lebaran.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu (20/5). Indeks ditutup di level 4.545 turun 2,7 poin atau 0,06 persen.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones melemah 0,04 persen ke level 24.465, S&P 500 menguat 0,24 persen ke level 2.955, dan Nasdaq Composite naik 0,43 persen menjadi 9.324.

Artikel Asli