IDI Imbau Influencer Cek Latar Belakang Narasumber

REPUBLIKA ONLINE Dipublikasikan 04.27, 04/08/2020 • Reiny Dwinanda
Peneliti Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi mencegah Covid-19, di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2020). Hadi dan penyanyi Anji dilaporkan ke polisi karena menyebarkan informasi tidak benar terkait Covid-19.
Peneliti Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi mencegah Covid-19, di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2020). Hadi dan penyanyi Anji dilaporkan ke polisi karena menyebarkan informasi tidak benar terkait Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng Mohammad Faqih mengimbau para pemengaruh alias influencer untuk mengecek latar belakang narasumber dengan saksama. Hal itu penting dilakukan sebelum mereka memublikasikan konten terkait Covid-19 di platformnya.

"Harapan kami, khususnya untuk influencer sebaiknya cek dulu narasumber, sesuai dengan kaidah keilmuan atau tidak, jika ingin menyampaikan sesuatu ke publik," kata Daeng pada Antara, Selasa.

Daeng mengatakan bahwa influencer memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini masyarakat. Oleh sebab itu, mereka harus berhati-hati dalam memberikan informasi.

"Influencer kan banyak diikuti orang," kata dia.

Penyanyi Anji kembali menuai kontroversi di media sosial terkait dengan salah satu wawancaranya dengan ilmuwan yang disapanya dengan sebutan "profesor", Hadi Pranoto. Obrolan Anji dan kepala Tim Riset Formula Antibodi itu diunggah dalam kanal Youtube dunia MANJI dengan judul "Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!!".

Kini, konten tersebut telah dihapus Youtube karena dianggap melanggar kebijakan komunitas. Dalam video berdurasi sekitar 30 menit tersebut, Hadi mengeklaim telah berhasil menemukan antibodi COVID-19 berbahan herbal.

Senin, Anji dan Hadi dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya. IDI juga membantah jika Hadi adalah anggotanya.

Artikel Asli