Hujan Buatan Bisa Atasi Kabut Asap di Riau, Bagaimana Caranya?

Bobo.id Dipublikasikan 10.08, 18/09/2019 • Cirana Merisa
Hujan

 

Bobo.id - Teman-teman mungkin sudah membaca artikel tentang kebakaran hutan di beberapa wilayah di Kalimantan dan Sumatra.

Yap, kebakaran hutan menjadi salah satu hal yang hampir selalu terjadi setiap Indonesia mengalami musim kemarau.

Itu karena suhu panas dan kering bisa membuat adanya kebakaran di bawah tanah yang akhirnya mengakibatkan kebakaran di permukaan tanah.

Kebakaran di bawah tanah ini ternyata masih sulit untuk diketahui karena biasanya tidak mengeluarkan asap.

Kebakaran di bawah tanah juga bisa berada di kedalaman beberapa meter di bawah tanah.

Hal inilah yang membuat pihak berwenang sulit untuk mencegah kebakaran hutan, teman-teman.

Akibat dari Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan yang sudah besar dan sulit dipadamkan akan menyebabkan banyak hal.

Misalnya saja, pohon-pohon dan hewan-hewan yang hidup di hutan jadi mati karena terbakar.

Kalaupun hewan-hewan bisa menyelamatkan diri, mereka akan kehilangan habitatnya.

Selain itu, kebakaran hutan juga akan memunculkan kabut asap yang bisa memengaruhi kesehatan penduduk di sana.

Bahkan sudah beberapa kali kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan di Riau terbawa angin sampai ke Malaysia dan Singapura.

Akibatnya, banyak orang terkena penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), kanker paru-paru, dan gangguan pernapasan lainnya.

Kabut asap ini juga bisa mengganggu aktivitas penduduk setempat. Sekolah dan tempat kerja diliburkan dan penduduk disarankan untuk berada di dalam rumah.

Hujan Buatan Menjadi Solusi untuk Mengatasi Kebakaran Hutan

Namun begitu, ada salah satu solusi untuk mengatasi kebakaran hutan yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, nih, teman-teman.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan membuat hujan buatan.

Bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan TNI, BMKG berusaha untuk mengurangi titik panas di Kalimantan dan Sumatra, khususnya di Riau.

Hujan buatan dipercaya bisa lebih efektif untuk mengurangi kebakaran hutan karena bisa membuat tanah tidak lagi kering dan panas.

Cara ini sebenarnya sudah dilakukan sejak Februari lalu untuk memadamkan beberapa titik api akibat kebakaran hutan.

Bahkan BPPT sudah melakukan 131 kali hujan buatan hingga sekarang ini, lo.

Bagaimana Cara Membuat Hujan Buatan?

Pertama, BMKG mencari awan-awan yang bisa disemai atau dijadikan awan untuk menurunkan hujan buatan ini.

BMKG bisa mengetahui awan mana yang bisa disemai dari data satelit. Data itu bisa menunjukkan kandungan uap air dan potensi pertumbuhan awan itu sendiri.

Jika sudah mengetahui awan mana saja yang bisa disemai, para ahli akan naik pesawat khusus dan membawa garam.

Pesawat itu akan masuk ke dalam awan. Dari dalam pesawat, para ahli akan menyebarkan garam itu.

Proses menyebarkan garam di awan inilah yang disebut sebagai proses penyemaian awan.

Garam bisa menyerap molekul air di dalam awan. Hal ini membuat garam bisa mengumpulkan molekul-molekul air di awan itu.

Molekul-molekul air ini akan menjadi air dan kemudian membeku karena suhu di atas itu sangat dingin.

Air yang membeku menjadi es pastinya akan lebih berat sehingga jatuh dari awan ke arah permukaan tanah.

Nah, semakin ke bawah, suhu udara semakin panas sehingga es itu akan mencair dan menjadi hujan.

O iya, hujan buatan ini membutuhkan garam dalam jumlah yang banyak dan harus dilakukan berkali-kali supaya kebakaran hutan bisa cepat padam.

Semoga saja dengan adanya hujan buatan ini, kebakaran hutan di wilayah-wilayah Indonesia akan cepat padam, ya.

Artikel Asli