Huawei Mate 40 Akan Jadi Ponsel Terakhir dengan Chipset Kirin

iNews.id Dipublikasikan 11.07, 08/08 • Dini Listiyani
Huawei Mate 30 (Foto: Huawei)
Huawei Mate 30 (Foto: Huawei)

BEIJING, iNews.id - Mate 40 keluar akhir tahun ini dan akan menjadi ponsel Huawei terakhir yang menampilkan prosesor kelas atas Kirin. Usai 15 September, Huawei tidak akan memiliki akses ke manufaktur yang dibutuhkan.

CEO Huawei consumer business Richard Yu membagikan informasi mengejutkan di 2020 Summit of the China Information Technology Association. Usai 15 September, Yu mengatakan Huawei tidak akan memiliki akses ke manufaktur yang dibutuhkan untuk terus membuat prosesor Kirin 9000 Mate 40.

15 September bertepatan saat pemasok Amerika Serikat (AS) tidak dapat lagi menjual komponen ke Huawei tanpa persetujuan dari pemerintah federal. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), perusahaan yang hingga saat ini memproduksi sebagian besar chip Kirin Huawei, mengambil beberapa peralatannya dari AS.

Perlu persetujuan dari pemerintah untuk terus membuat chip untuk Huawei. Tak lama setelah pemerintahan Trump mengumumkan larangan Huawei, TSMC mengatakan tidak akan lagi memasok perusahaan ke depan tetapi masih akan menyelesaikan pesanan yang belum dibayar.

Yu melanjutkan, produsen chip China seperti SMIC saat ini tidak memiliki kemampuan untuk menutupi kekurangan tersebut. Dia juga memperingatkan pasokan Mate 40 akan terbatas.

"Huawei menghabiskan lebih dari satu dekade mengeksplorasi chipset, dari 'sangat tertinggal' menjadi 'sangat tertinggal' menjadi 'sedikit di belakang' menjadi 'akhirnya menyusul' menjadi 'mengarah' hingga sekarang dilarang,” kata Yu sebagaimana dikutip dari Engadget, Sabtu (8/8/2020).

Huawei, kata Yu, melakukan investasi R&D yang besar dan melalui perjalanan yang sulit. Sayangnya, dalam hal produksi semikonduktor, Huawei tidak berpartisipasi dalam investasi aset-aset berat di bidang ini.

"Kami hanya melakukan desain chip tetapi melewatkan produksi chip," ujarnya.

Masuknya Huawei dalam Larangan Daftar Entitas Amerika Serikat telah berdampak signifikan pada perusahaan. Perusahaan teknologi asal China ini sudah menghadapi perjuangan berat mencoba membuat ponselnya menarik tanpa akses ke Google Play Store.

Artikel Asli