Hiu Tutul Mati Terdampar di Jember Malah Dikonsumsi Warga, Begini Cerita Lengkapnya

Merdeka.com Dipublikasikan 07.02, 07/07

                Ilustrasi Ikan Hiu Tutul. ©2020 Merdeka.com/piqsels.com
Selama sepekan terakhir, tiga ekor hiu tutul terdampar di Pantai Nyamplong Kobong, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Salah satu ikan hiu tutul itu mati akibat tersangkut jaring nelayan setempat. Warga setempat memanfaatkan dagingnya untuk dikonsumsi.

Selama sepekan terakhir, tiga ekor hiu tutul terdampar di Pantai Nyamplong Kobong, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dua ekor hiu tutul yang terdampar di pantai selatan itu berhasil diselamatkan dan digiring lagi ke tengah laut.

Sementara satu lainnya mati akibat tersangkut jaring nelayan setempat. Warga setempat memanfaatkan ikan raksasa itu untuk dikonsumsi, sebagaimana dikutip dari liputan6.com.

Diselamatkan Warga Setempat

©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Kepala Bidang Sumber Daya dan Pascapanen Dinas Perikanan Kelautan Jember, Rokhmatullah Hadi membenarkan kabar terdamparnya ikan raksasa tersebut.

"Memang benar ada tiga ekor hiu tutul yang terdampar di Desa Kepanjen, pesisir selatan Jember, dua ekor hiu berhasil diselamatkan dengan menggiring ke tengah laut dan satu hiu sudah mati," kata Rokhmatullah Hadi di Jember, Senin, 6 Juli 2020.

Berdasarkan laporan dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), dua hiu tutul yang terdampar di pantai yang berada di Desa Kepanjen pada Jumat, 3 Juli 2020 dan Sabtu, 4 Juli 2020 berhasil diselamatkan. Nelayan dan Pokmaswas setempat mendorong ikan hiu tersebut ke tengah laut.

Hiu Mati Terjebak Jaring Nelayan

©2020 Merdeka.com/piqsels.com

Selanjutnya, pada Minggu, 5 Juli 2020 seekor hiu tutul dengan berat mencapai 1 ton terdampar di Pantai Nyamplong Kobong, Jember. Namun, kondisinya sudah mati akibat terjebak jaring nelayan. Warga setempat kemudian memotong-motong ikan raksasa itu untuk dikonsumsi.

"Pada Ahad, 5 Juli 2020, seekor ikan hiu tutul sepanjang 4 hingga 5 meter dengan berat mencapai 1 ton terdampar di Pantai Nyamplong Kobong dalam kondisi mati karena terjebak jaring nelayan dan dagingnya dimutilasi oleh masyarakat setempat untuk dikonsumsi," lanjut Rohmatullah, dilansir dari Antara.

Peralihan Musim

©2020 Merdeka.com/piqsels.com

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya dan Pascapanen Dinas Perikanan Kelautan Jember, terdamparnya hewan yang dilindungi itu diduga akibat dari peralihan musim. Pergantian musim hujan ke kemarau menyebabkan migrasi ikan hiu ke tepi pantai.

"Peralihan musim itu berpengaruh pada temperatur air laut hingga menyebabkan migrasi hiu untuk mencari makanan dengan mengikuti perubahan temperatur air tersebut," terang Rohmatullah.

Tidak Boleh Dikonsumsi

©2020 Merdeka.com/piqsels.com

Rokhmatullah mengatakan pihaknya akan lebih gencar lagi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di pesisir pantai selatan. Supaya ikut menjaga kelestarian sumber daya perikanan yang dilindungi.

Sebenarnya, ikan hiu tutul itu tidak boleh dikonsumsi karena termasuk hewan yang dilindungi.

"Ikan hiu tutul itu tidak boleh dikonsumsi karena merupakan hewan yang dilindungi, sehingga kami akan memberikan edukasi kepada warga dan nelayan, agar kejadian memutilasi ikan untuk dikonsumsi tidak terjadi lagi di Jember," katanya.

Artikel Asli