Hiu Paus Berjalan di Indonesia Terus Berevolusi

Good News From Indonesia Dipublikasikan 16.10, 21/01 • Aditya Jaya Iswara
Spesies hiu paus berjalan di Indonesia © Dwikie Dewantoro/Conservation International

Spesies hiu paus berjalan di Indonesia terus berevolusi. Temuan ini diungkapkan oleh hasil penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Commonwealth Scientific and Industrial research Organisation (CSIRO), University of Queensland, University of Florida, dan Conservation International.

Dalam jurnal berjudul Marine and Freshwater Research, diperkirakan sejumlah spesies hiu berjalan yang dijumpai di bagian barat Pulau Nugini (di antaranya hiu berjalan di Raja Ampat dan Halmahera), masih dalam proses diferensiasi.

Meski begitu, belum diketahui kapan tepatnya spesies-spesies itu akan berevolusi, mengingat evolusi memakan proses waktu yang cukup lama.

“Enam dari spesies hiu berjalan di dunia dapat dijumpai di Indonesia, dengan kata lain Indonesia adalah rumah bagi hiu berjalan. Mengingat spesies-spesies tersebut merupakan endemik maka Pemerintah Indonesia harus bangga, dan perlu memastikan bahwa jenis hiu unik ini serta habitatnya dilindungi,” ujar Fahmi, salah satu penulis penelitian dan peneliti senior di LIPI.

Spesies Hemiscyllium trispeculare | Foto: Dwikie Dewantoro/Conservation International

“Penelitian ini lagi-lagi menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman hayati laut kita sangat tinggi. Temuan ini menjadi tahap awal yang baik bagi peneliti, pemerintah, dan LSM di Indonesia untuk dapat lebih memahami mengenai spesies unik ini,” kata Andi Rusandi, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Temuan lainnya dari penelitian ini adalah hiu berjalan merupakan spesies hiu yang terakhir berevolusi. Mereka diperkirakan berevolusi sekitar 9 juta tahun yang lalu. Hal ini menjadikan mereka sebagai spesies hiu yang paling muda karena sebagian besar spesies hiu terakhir berevolusi sekitar 200 juta tahun yang lalu.

“Melalui pendekatan filogeni molekuler, kami dapat memperkirakan kapan mereka berevolusi serta menyelidiki proses yang mengarah pada spesiasi – proses terbentuknya spesies baru. Kami menemukan bahwa perubahan permukaan laut, formasi terumbu karang baru, dan daratan memainkan peran,” jelas Dr. Christine Dudgeon, penulis utama dan peneliti dari University of Queensland.

Spesies Hemiscyllium henryi | Foto: Dwikie Dewantoro/Conservation International

“Genus hiu berjalan merepresentasikan proses radiasi terkini dari jenis-jenis hiu lainnya dan diperkirakan bahwa proses diferensiasi masih berlangsung di wilayah Barat dari Pulau Nugini. Hiu berjalan memberikan kita kesempatan langka untuk melihat bagaimana proses evolusi pada spesies hiu yang telah ada sebelum dinosaurus muncul,” tambah Gavin Naylor, salah satu penulis dan Direktur Program Florida untuk Penelitian Hiu di Florida Museum of Natural History.

Spesies hiu berjalan di Indonesia pertama kali dideskripsikan pada tahun 1824 dari Kepulauan Raja Ampat (H. freycinetti), tapi pada tahun 2008 dua spesies hiu berjalan dideskripsikan dari Kaimana (H. henryi) dan Teluk Cenderawasih (H. galei).

Pada tahun 2013, dideskripsikan juga spesies hiu berjalan dari Halmahera (H. halmahera). Berbeda dari hiu pada umumnya, mereka dapat ‘berjalan’ dengan menggunakan siripnya.

Artikel Asli