Hino geber penjualan truknya sebanyak 36.000 unit di tahun 2020

Kontan.co.id Dipublikasikan 08.33, 21/01/2020 • Agung Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Agen Pemegang Merek (APM) truk Hino masih optimistis mengerek penjualannya di tahun ini. Meski tantangan yang dirasakan cukup berat bagi kendaraan komersil yang juga terdampak dari bisnis komoditas.

Terkait bisnis batu bara misalnya, Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengatakan bahwa kalau harga membaik tentu dibarengi produksi yang meningkat. Hal tersebut akan mempengaruhi kebutuhan truk sebagai saran pengangkutan batu bara di jalur darat.

*Baca Juga: Ini harga Xmax dan Aerox 155 Maxi Signature on the road, varian skutik anyar Yamaha *

Dengan kondisi harga batu bara saat ini produksi diperkirakan menyusut dan dikhawatirkan berdampak bagi belanja kendaraan truk pertambangan. "Walau demikian produksi mereka tak mungkin langsung mati dan masih ada tempat bagi demand truk," terang Santiko kepada Kontan.co.id, Selasa (21/1).

Selain pertambangan, sektor komoditas perkebunan seperti sawit ditengarai bakal naik daun di tahun ini. Hal ini bisa menjadi peluang bagi permintaan truk, baik dari light, medium hingga heavy duty, namun kata Santiko harga CPO yang baik diharapkan dapat berbarengan dengan kenaikan supply dan demand-nya yang bakal berefek positif bagi sarana pengangkutan.

"Yang jelas kami semua portofolio truk komplit, semua sektor ada dan tercukupi," sebut Santiko. Di jejeran heavy duty ada model Hino700, lalu kelas medium duty dengan Hino500 (New Generation Ranger) serta truk ringan Hino Dutro.

*Baca Juga: Pilihan mobil bekas merek Korea Selatan, harga di bawah merek Jepang *

Untuk kelas berat seperti heavy duty, manajemen mengaku tidak bermain dalam porsi yang besar di situ karena market Indonesia masih dipenuhi kebutuhan medium dan light truck. Sekadar gambaran, di tahun lalu volume penjualan Hino sempat menyusut menjadi 31 ribu unit saja.

Padahal kata Santiko, di tahun 2018 sebelumnya perusahaan mampu mencetak volume penjualan kisaran 40.000 unit. Tahun lalu merupakan tahun yang cukup berat dimana penjualan kendaraan komersil turun hampir 10% year on year.

Sedangkan di tahun ini HMSI memproyeksikan volume penjualan dapat meningkat sekitar 16% atau sebanyak 36.000 unit. Rinciannya untuk medium dan light truck masing-masing 17.500 unit dan 18.000 unit sedang sisanya diisi oleh heavy duty.

Artikel Asli