Hindari Risiko Kanker Payudara dengan 3 Kebiasaan Ini

kumparan Dipublikasikan 13.04, 04/08 • kumparanWOMAN
Ilustrasi Kanker Payudara. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Kanker payudara masih menjadi ancaman bagi perempuan di Indonesia. Tak hanya belum ditemukan obatnya, kanker payudara juga masih disebut sebagai kanker yang paling banyak merenggut nyawa perempuan Indonesia di tahun 2018.

Namun, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencoba mengurangi risiko terkena kanker payudara. Misalnya, dengan lebih memperhatikan gaya hidup, menjaga pola makan, dan melakukan olahraga yang cukup.

Selengkapnya, berikut kumparanWOMAN rangkumkan tiga gaya hidup yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kanker payudara, seperti diterangkan dari berbagai sumber.

  • Mempertahankan berat badan ideal

Ilustrasi Kanker Payudara. Foto: Shutterstock

Dr. dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM, dokter yang lama mendalami masalah kanker payudara, mengatakan bahwa penyakit ini berhubungan dengan metabolisme dan berat badan. Sehingga, penting bagi perempuan untuk menjaga berat badan ideal, baik bagi orang yang sedang berusaha menghindari maupun sedang melawan kanker payudara.

"Jadi, kalau ada orang yang memiliki berat badan normal dan obesitas, yang obesitas ini kemungkinan relapse-nya (kembali terjangkit sel kanker) lebih banyak," ujar dr. Andhika saat ditemui di Raffles Hotel Jakarta, Kuningan.

Selain itu, menjaga berat badan juga penting karena jaringan lemak dalam tubuh dapat meningkatkan produksi hormon estrogen. Sementara, produksi estrogen yang berlebihan sering dikaitkan dengan pemicu kanker payudara.

  • Aktif olahraga

Ilustrasi perempuan olahraga. Foto: Shutterstock

Berolahraga tak cuma penting untuk menjaga kebugaran, tetapi juga untuk membantu mengurangi risiko terkena kanker payudara.

Menurut American Cancer Society, olahraga yang disarankan untuk menghindari kanker pada orang dewasa adalah dengan melakukan olahraga intensitas sedang selama 150 menit per minggu, 75 menit olahraga dengan intensitas tinggi per minggu, atau kombinasi dari keduanya.

Adapun contoh dari olahraga dengan intensitas sedang adalah jogging, berjalan cepat, dan renang santai. Sementara, contoh dari olahraga intensitas tinggi adalah rangkaian HIIT (High-Intensity Interval Training).

  • Konsumsi makanan sehat

Ilustrasi Makanan sehat. Foto: Shutterstock

Tidak hanya kedua hal di atas, kita juga harus memperhatikan pola makan. Misalnya, dengan mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah.

Sebab, Science Daily menyebutkan, konsumsi daging merah bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Sementara, konsumsi produk unggas disinyalir dapat melindungi seseorang dari potensi tersebut. Hal ini didasarkan pada penemuan yang dipublikasikan di International Journal of Cancer, dengan studi yang melibatkan 42.012 perempuan selama sekitar 7,6 tahun.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi makanan whole grain (biji serealia utuh) seperti gandum, jagung, dan quinoa. Namun, pastikan juga bahwa Anda tidak memiliki reaksi alergi terhadap bahan-bahan ini.

Artikel Asli