Hidup Glamor Ratu Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia, Mobil Mewah Disorot

Haibunda Dipublikasikan 09.23, 20/01 • Asri Ediyati

Fanni Aminadia kini menjadi sorotan netizen usai dinobatkan menjadi Ratu Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. Namun, publik merasa janggal karena Fanni bukanlah istri dari Raja Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso. Alhasil akun media sosial Fanni menjadi sasaran netizen.

Rupanya kehidupan Fanni di Instagram sebelum dinobatkan menjadi Ratu Keraton Agung Sejagat cukup glamor. Diketahui dari laman Instagram pribadinya, profesi Fanni sebelumnya adalah penulis, kreator juga sutradara beberapa film dokumenterHarapan di Seberang Jembatan, Inspiring People, Mentawai The Hidden Paradise, Hebatnya Indonesiaku.

Lalu, dari beberapa foto yang diunggah, Fanni tampak memperlihatkan mobil mewah dan motor sport miliknya. Selain itu, Fanni juga menghabiskan liburan bersama anaknya dengan mobil yang memiliki interior mewah.

Fanni Aminadia/ Foto: Instagram

Beberapa foto sebelum unggahan tentang Keraton Agung Sejagat, Fanni tampak memiliki beberapa kegiatan sosial dengan petani dan TNI. Ditelusuri dari unggahannya, Fanni kini menjadi dewan pendiri ormas Laskar Merah Putih.

"Bayangkan tanah subur, hamparan padi membentang kemudian kata "Gemah Ripah Loh Jinawi" kembali terdengar kembali pada kearifan lokal bersumber pada alam, petani cerdas, sejahtera. Ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi adalah wujud bela negara sesungguhnya," tulis Fanni di unggahan foto kegiatan sosialnya.

Terlepas dari kehidupan glamor dan menjadi aktivis di kegiatan sosial, kini Fanni terseret dengan Toto yang diduga menyebarkan berita hoax terkait Keraton Agung Sejagat. Menanggap itu Fanni juga menulis surat di media sosial setelah ditangkap.

"Sugeng siang Pak Ginanjar, prinsipnya kami sangat menyambut baik bahkan menunggu agar diskusi dan diuji secara akademisi sejarah ini bisa terealisasi. Tapi pelintiran berita dan penggalan dokumentasi ternyata mampu merubah makna dari pernyataan kami," ujar Fanni.

Mobil dan motor milik Fanni Aminadia/ Foto: Instagram

Fanni merasa dituduh menyebarkan berita hoax, tapi tanpa diberi kesempatan klarifikasi, mediasi. Bahkan, ia menganggap penangkapannya terkesan eksklusif lengkap dengan media.

"Kami berusaha kooperatif tapi justru diperlakukan layaknya teroris kelas dunia atau dihakimi sebelum diberi hak mengklarifikasi. Dimana prosedur yang harusnya dijalankan untuk menjaga asas praduga tak bersalah. Barusan saya diminta ganti baju tahanan, tanpa diberi tahu salahnya dan menjadi tersangka atas apa?" sambungnya.

Ia mohon Ganjar bisa mengimbau agar aparatur yang bertugas jangan politisir kasusnya yang terlanjur viral untuk sekadar pers conference berhasil menangkap.

Artikel Asli