Hewan-Hewan Raksasa Pernah Hidup di Muka Bumi, Ini Buktinya

Kompas.com Dipublikasikan 13.02, 01/06 • Kontributor Sains, Monika Novena
independent
Gambaran megafauna yang hidup di Australia sebelum punah 40.000 tahun yang lalu.

KOMPAS.com - Hewan-hewan raksasa bukanlah mitos atau cerita pengantar tidur saja. Dunia kita ternyata memang benar pernah di huni mahluk-mahluk berukuran jumbo ini.

Bukti tersebut ditemukan oleh palaeontolog setelah menemukan sisa-sisa fosil hewan raksasa atau sering di sebut dengan megafauna di Australia.

Para ahli menjumpai sisa-sisa kanguru besar, marsupialia atau mamalia berkantung setinggi tujuh meter dan berat sekitar 274 kg. Ukuran tersebut tiga kali lebih besar dibandingkan kanguru modern yang hidup saat ini.

Baca juga: Bak Film King Kong, 6 Megafauna Ini Pernah Menghuni Bumi Indonesia

Peneliti dari Museum Queensland dan Dewan Penelitian Australia juga menemukan setidaknya 12 spesies hewan besar lainnya. Termasuk di antaranya adalah reptil yang dapat tumbuh hingga 7 meter serta wombat berusia 25.000 tahun.

Selain itu juga ada singa berkantung yang disebut Thylacoleo, karnivora dengan berat sekitar 130 kg.

Melansir The Independent, Rabu (20/5/2020) fosil hewan-hewan itu ditemukan di South Walker Creek, situs megafauna termuda yang terletak di Australia Utara. Fosil-fosil ini awalnya ditemukan pada 2008 di atas penggalian arkeolog lain yang sudah berjalan.

Tim tak menduga jika ada penemuan hebat yang tersembunyi. Benar saja, setelah dilakukan penggalian lagi dengan bantuan Museum Queensland, peneliti menemukan lebih banyak lagi megafauna.

Menurut peneliti, megafauna di Australia punah sekitar 40.000 tahun yang lalu. Penyebabnya bukanlah manusia melainkan hilangnya air, kekeringan, kebakaran, serta perubahan vegetasi.

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Kenapa dan Bagaimana Kanguru Melompat?

"Megafauna di South Walker Creek unik, didominasi oleh reptil karnivora yang besar serta megaherbivora. Mereka sudah punah jauh sebelum manusia pertama tiba di daratan Australia," papar Scott Hocknull, peneliti dalam studi ini.

Dalam studi mereka, peneliti menggunakan fosil gigi untuk menentukan usia, serta unsur-unsur kimia termasuk uranium dan thorium. Sementara itu peneliti belum merilis deskripsi formal atau nama ilmiah hewan-hewan tersebut, berhubung ada beberapa spesies baru yang ditemukan.

Penelitian telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.

Penulis: Kontributor Sains, Monika NovenaEditor: Sri Anindiati Nursastri

Artikel Asli