Helmy Yahya Ungkap Penghasilan Atta Halilintar Perbulan, Capai Rp 23 Miliar

Suara.com Dipublikasikan 05.50, 09/08 • Sumarni
Atta Halilintar. (Instagram/@attahalilintar)
Atta Halilintar. (Instagram/@attahalilintar)

Suara.com - Atta Halilintar dikenal sebagai YouTuber dengan jumlah subscriber terbanyak di Indonesia. Seiring dengan kesuksesan itu, pasangan Aurel Hermansyah ini disebut menduduki penghasilan tertinggi di antara konten kreator lain.

Hal itu juga dibocorkan Helmy Yahya yang menyebut kalau uang yang diterima Atta Halilintar dari YouTube dalam sebulan bernilai sangat fantastis.

Tidak tanggung-tanggung bintang film Ashiap Man itu dikatakan bisa mengantongi puluhan miliar rupiah.

“Atta Halilintar itu penghasilannya Rp 23 Miliar sebulan,” ujar Helmy Yahya dalam channel YouTubenya yang diunggah Sabtu (8/8/2020).

Atta Halilintar [Suara.com/Evi Ariska]

Gaji puluhan miliar rupiah itu ditanggapi santai dan diamini Atta Halilintar. Kendati begitu, dia akhirnya membantah pernyataan tersebut.

Atta Halilintar merasa tidak menerima uang sebanyak itu dari YouTube.

“Waduh gossip itu,” kata lelaki yang pernah tinggal di Malaysia ini.

Helmy Yahya tidak kehabisan akal, ia lalu memprediksi setidaknya Atta Halilintar bisa mendapatkan setengah dari Rp 23 miliar dalam sebulan. Termasuk menduduki 10 YouTuber berpenghasilan tertinggi di dunia.

“Tapi itu ditulis Ta, YouTuber dengan penghasilan ke-8 terbesar di dunia,” kata Helmy Yahya.

Namun lagi-lagi Atta Halilintar hanya mengamini ucapan Helmy Yahya tanpa mengonfirmasi kisaran penghasilannya dengan total 25 juta pengikut di YouTube.

“Di dunia lho guys? astagfirullahaladzim. Amiin, aku setiap dibilang kayak gitu, aminin aja,” kata sulung 10 bersaudara itu.

Atta Halilintar mengatakan, uang yang diterima tidak sebanyak yang diprediksi. Misalnya saja data yang mengacu pada Social Blade, website yang digunakan untuk mengetahui data mengenai seorang YouTuber termasuk penghasilan.

Sulung sebelas bersaudara ini meminta agar tidak mempercayai situs tersebut.

“Jangan percaya Social Blade, karena apa yang dikatakan di sana tidak benar,” tegas Atta Halilintar.

Artikel Asli