Heboh Sepatu Compass Edisi Vintage Batal Dirilis, Ini Wujudnya

Tempo.co Dipublikasikan 13.37, 14/12/2019 • Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Sepatu lokal Compass yang gemari anak muda di Urban Sneakers Society. doc: IG @sepatucompass
Ketua Pelaksana Wall of Fades, Delano Alvin yakin nilai transaksi Rp 4 miliar bisa tercapai meski sepatu Compass edisi 98 vintage batal dirilis.

TEMPO.CO, Jakarta - Batal dirilisnya sepatu Compass edisi teranyar pada hari ini masih menyisakan sesak para calon pembelinya hingga kini. Terlebih mereka yang sudah rela berjubel mengantre sejak tadi malam dan akhirnya dibubarkan oleh panitia.

Sebelumnya antrean para calon pembeli sudah memadati West Mall Grand Indonesia pada Jumat malam, 13 Desember 2019 dan semakin membeludak pada pukul 22.37. Padahal resminya, pintu ke dalam pameran Wall of Fades--tempat dirilisnya sepatu Compass itu--baru akan dibuka pada keesokan harinya, Sabtu, 14 Desember 2019, pukul 10.00.

Karena situasi yang makin tak kondusif, akhirnya pihak manajemen membatalkan acara launching sepatu edisi khusus tersebut. "Dengan berat hati, perilisan Compass gue cancel. So sorry banget. Agar semua adil. Dengan berat hati, perilisan gue cancel. So sorry banget. Agar semua adil," seperti dikutip dari video yang diposting di akun Instagram resmi @walloffades, Jumat malam, 13 Desember 2019. Dalam pernyataannya itu juga, manajemen pameran meminta maaf atas pembatalan tersebut. "Mohon maaf, dikarenakan kondisi yang tidak kondusif, dengan sangat menyesal kami membatalkan adanya antrian SEPATU COMPASS. Atas pengertiannya kami ucapkan TERIMA KASIH." Tak sedikit netizen yang menyebarkan foto membeludaknya antrean para calon pemburu sepatu itu di berbagai media sosial dan menjadi viral sejak tadi malam. Salah satu warganet menanggapi positif kejadian itu. "Ya bagus lah, Compass kan buatan lokal. Lokal bisa mad hype it means a good thing," seperti dikutip dari akun Twitter @MrDanuKW. Namun hal berbeda disampaikan Samuel Christian. "Keren sih orang-orang bisa sehype ini sama produk lokal, sayangnya reseller jual kembali dengan harganya yang nyampe 5x lipat harga beli yang bikin sepatu itu malah lebih mahal dari converse :(," tulis @hendralm. Lalu seperti apa bentuk sepatu Sepatu Compass 98 Vintage yang dielu-elukan oleh para calon pembelinya itu? Sepatu buatan lokal yang merupakan hasil eksekusi kolaborasi antara sepatu Compass dan Old Blue Co tersebut terinspirasi dari engineered boots. Old Blue Co mengagas sebuah ide menggabungkan sepatu vulkan yang klasik dengan boots.

Sepatu Compass 98 Vintage yang desain oleh @oldblueco, rencananya akan dirilis hari ini, Sabtu, 14 Desember 2019 di Grand Indonesia (Sumber: IG sepatucompass).

Penggunaan kulit pada sepatu ini ditujukan sebagai alasan utama brand Old Blue Co yang selalu menghadirkan produk-produk yang mewah dan berkualitas. Ditambah dengan detail-detail hardware yang disematkan, begitupun peletakan woven label yang tidak biasa membuat sepatu ini terlihat semakin spesial.

Sepatu Compass 98 Vintage ini semula direncanakan akan dirilis pada Sabtu, 14 Desember 2019 di acara pameran Wall of Fades di Grand Indonesia. "Kolaborasi ini adalah kampanye penutup dari program sepatu Compass di tahun 2019," seperti dikutip dari postingan akun resmi @sepatucompass, 11 Desember 2019.

Namun walau penjualan sepatu edisi terbatas Compass 98 Vintage dibatalkan, pameran Wall of Fades Mal Grand Indonesia tetap ramai dikunjungi anak muda usia lepas 20-an tahun.

Jumlah pengunjung yang tampak di pintu muka pameran ketika Tempo berkunjung tak sampai sepuluh. Mereka dibolehkan langsung masuk dengan lebih dulu memindai kode tagar. Kode ini adalah tiket masuk. Mereka mendapat kode tersebut secara gratis, namun harus lebih dulu mendaftar melalui laman Wall of Fades.
Kendati pengunjung yang terlihat di muka gerbang hanya segelintir, bukan berarti pameran itu sepi. Saat memasuki ruang ekshibisi, Tempo mendapati sudah ada seratusan pengunjung di dalam ruangan.
Di ruangan pertama, pengunjung tampak asyik berswafoto. Dalam ruangan itu, ditampilkan pelbagai pajangan celana jins dari tahun 1970-an hingga 1990-an. Ada juga instalasi dari kain perca berbahan denim yang dipasang abstrak, namun artistik.

Manajemen pameran Wall of Fades mengumumkan pembatalan rilis sepatu Compass Edisi 98 Vintage, Sabtu, 14 Desember 2019 (Sumber: IG @walloffades

Ketua Pelaksana Wall of Fades, Delano Alvin, mengatakan pameran ini berlangsung hingga esok, Ahad, 15 Desember 2019. Ia optimistis jumlah pengunjung sampai hari terakhir mencapai 40 ribu orang dengan total transaksi Rp 4 miliar.
"Dengan pembatalan rilis Compass ini tak ada pengaruhnya. Target kami tetap segitu," katanya. Target itu berasal dari penjulalan produk di 75 tenant yang bergabung dengan Wall of Fades.

Artikel Asli