Heboh Ratusan Investor Rugi Hingga Rp 4 Miliar Akibat Investasi Bodong Berkedok Modal Usaha

Trending Now! Dipublikasikan 08.00, 05/08
Unsplash
Unsplash

Salah satu utas mengenai pengalaman investasi bodong kini tengah ramai diperbincangkan di sosial media. Kronologi dibagikan seorang korban yang tertipu investasi bodong oleh kakak kelasnya semasa sekolah dulu. Utas ini telah disukai oleh lebih dari 30 ribu pengguna Twitter. 

Korban mengenal pelaku sebagai kakak kelas yang baik dan berprestasi hingga bisa kuliah di perguruan tinggi ternama di Jawa Barat. Korban juga mengetahui bahwa pelaku memiliki usaha peralatan ramah lingkungan. Investasi bodong ini bermula saat pelaku yang menghubungi korban melalui pesan singkat pada Agustus 2019. 

Pelaku menawarkan investasi sebesar Rp 3 juta pada korban untuk digunakan sebagai modal usahanya. Pelaku menjanjikan keuntungan sebesar Rp 6 juta yang dicicil Rp 500 ribu per bulan dalam setahun. Tapi saat itu korban masih dikeluti rasa ragu bahkan setelah dihubungi kedua kalinya pada Oktober 2019. 

Pada April 2020, korban mengetahui teman dekatnya mendapat keuntungan nyata dari investasi tersebut. Akhirnya ia memutuskan untuk menginvestasikan uangnya dengan nominal awal Rp 6 juta. Uang ini dijanjikan akan kembali sebesar Rp 10 juta dalam kurun waktu sebulan oleh pelaku. Pelaku pun semakin meyakinkan korban karena mengirimkan dokumen berupa MoU, SKCK, KK, ijazah serta KTP sebagai bukti jaminan. 

Awalnya tidak ada yang mencurigakan dari pelaku. Korban pun menginvestasikan lagi uang sebesar Rp 42 juta. Namun, tak lama dari situ, keuntungan korban selalu ditransfer terlambat dari perjanjian. Korban awalnya maklum karena mungkin ada keterlambatan dari partner atau customernya. "Sampai akhirnya aku tahu semuanya bohong dan gak ada. Dia juga mencamtukan order fiktif dari kantor-kantor supaya orang lain percaya kalau pesanan dia banyak," tulisnya. 

Korban mulai cemas karena keuntungan dengan nominal yang cukup besar tak kunjung dibayarkan sesuai dengan yang dijanjikan. Pelaku selalu berusaha untuk menenangkan dan mengabari bahwa keuntungan investor pasti akan dicicil perlahan. Setelah korban mengonfirmasi dengan investor lain, ia mengetahui ternyata seluruh keuntungan belum ada yang dibayarkan. 

Sejauh ini, korban mendapat info jika uangnya tidak diinvestasikan dan tidak dibelikan aset apapun oleh pelaku. "Jadi pure dia gali lubang tutup lubang.. Aku dan teman-teman lain ngga bisa tidur karena masalah ini. Setelah chat terakhir sekarang dia menghilang," ucap pelaku. Hingga saat ini tercatat ada 140 orang yang melapor pada korban dan kerugian mencapai Rp 1,845 miliar untuk korban di Kota Jambi saja dan belum mencakup korban di Jakarta, Bandung dan Jogja. 

3 Tips Investasi yang Aman Menurut OJK

Agar Anda tidak salah saat akan memulai investasi, terdapat beberapa tips aman yang dapat Anda lakukan sebelum melakukan investasi yang dilansir dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan OJK. Jika Anda ingin memastikan perusahaan yang bergerak di bidang investasi tersebut Anda dapat menghubungi OJK dengan nomor 157 atau langsung mengunjungi laman resmi OJK.

Berikut tips investasi yang aman:

1. Jangan mudah tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar.

2. Pastikan orang ataupun perusahaan yang menawarkan investasi telah memiliki izin saah satu lembaga berwenang seperti: Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dan Kementrian Koperasi dan UKM.

3. Perlu diketahui terkait Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) bukanlah izin untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi.

Selengkapnya dapat dibaca DI SINI