Heboh, Protes Kematian George Floyd Menyebar ke Seluruh Dunia

Trending Now! Dipublikasikan 11.00, 02/06
Source: flickr
Source: flickr

Unjuk rasa menuntut keadilan atas kematian George Floyd tidak hanya terjadi di AS, namun juga digelar di seluruh dunia. Selain meminta agar para polisi yang menyebabkan Floyd tewas dihukum, masyarakat global juga menyerukan agar aksi rasisme dibasmi agar tidak lagi memakan korban jiwa yang sangat menimbulkan keresahan.

Floyd, seorang warga kulit hitam yang tidak bersenjata, tewas pada 25 Mei kemarin setelah lehernya ditindih oleh seorang polisi bernama Derek Chauvin selama 9 menit. Pada akhir pekan kemarin, ribuan demonstran telah berkumpul di pusat-pusat kota Tokyo, London, dan Berlin, untuk memprotes kebrutalan polisi dalam solidaritas dengan kerumunan AS.

Trafalgar Square, London

here in trafalgar square at the #BlackLivesMatter demo. hundreds of people shouting “i can’t breathe” and “stop killing us” pic.twitter.com/5N3OSN9TkB

— Ben Smoke (@bencsmoke) May 31, 2020

Ribuan warga ibu kota London, Inggris, telah berkumpul di Alun-alun Trafalgar pada Minggu (31/5) lalu bergerak ke Gedung Parlemen dengan tujuan akhir ke Kedubes AS sambil meneriakkan "No justice, no peace" sebagai bentuk solidaritas kepada gerakan "Black Lives Matter" di AS.

Meski bertujuan mulia, aksi ini memicu kontroversi lantaran melanggar peraturan lockdown Inggris yang mengharuskan orang menjaga jarak fisik dan melarang terjadinya kerumunan orang. Akibatnya, polisi menahan tiga orang karena melanggar lockdown, dan dua orang lainnya setelah menyerang aparat.

Berlin, Jerman

First professional hat trick 🙏🏼. A bittersweet moment personally as there are more important things going on in the world today that we must address and help make a change. We have to come together as one & fight for justice. We are stronger together! ❤️ #JusticeForGeorgeFloyd 🙏🏼 pic.twitter.com/ntOtwOySCO

— Jadon Sancho (@Sanchooo10) May 31, 2020

Ratusan orang telah berkumpul di depan Kedubes AS di ibu kota Berlin, Jerman, untuk menunjukkan solidaritas dengan pengunjuk rasa AS. Sejumlah pemain bola, seperti Jadon Sancho dari Borussia Dortmund, telah ikut berpartisipasi dengan mengenakan kaos bertuliskan "keadilan bagi George Floyd" yang ditunjukkan saat meletakkan hattrick pertamanya ke gawang Paderborn pada Minggu (31/5).

Milan, Italia

In Milan, Italy, people have congregated in front of the American consulate to protest the murder of George Floyd. Everyone has a voice and responsibility, no matter where you live. #JusticeForGeorgeFloyd #BlackLivesMater pic.twitter.com/tPMeUFsUFB

— jeff winger ceo ⚡ (@rnacden) May 29, 2020

Pada 28 Mei, ratusan demonstran berkumpul di luar Konsulat Amerika di Milan, Italia, mendesak pemerintah AS agar segera mengadili kasus Floyd. Para pengunjuk rasa mengadakan flashmod di depan Konsulat, memegang leher kedua tangannya di leher sambil memegang papan bertuliskan "Black Lives Matter," "Justice for George Floyd," dan "basta uccidere persone nere" (berhenti membunuh orang kulit hitam). Mereka semua mengenakan masker yang bertuliskan "Aku tidak bisa bernapas".

Tokyo, Jepang

Hundreds of people protested in Tokyo today against racist police violenece. The reason was not only Minneapolis, but first of all the violent arrest and beating in broad daylight of a kurdish man living in Tokyo. A short thread. #0530渋谷署前抗議 pic.twitter.com/hDJxaiR7hJ

— Gregor Wakounig (@Gregor_Wakounig) May 30, 2020

Ratusan warga ibu kota Tokyo, Jepang, menggelar protes di depan kantor polisi Shibuya pada hari Sabtu (30/5) setelah sebuah klip video yang viral menunjukkan dua aparat menggunakan kekerasan ketika tengah menanyai seorang pria Kurdi berusia 33 tahun di jalan. Pria itu diduga melanggar aturan lalu lintas, lalu petugas mendorongnya ke tanah sementara dia bersikeras dia tidak bersalah.

Insiden itu bersamaan dengan tewasnya Floyd membuat para pemrotes geram dan menyerukan agar polisi di Jepang dan di seluruh dunia menghentikan aksi rasisme karena sangat membahayakan kaum minoritas.

Selandia Baru

Monday’s #BlackLivesMatter protest in Auckland, New Zealand. Other marches took place across the country with minimal police presence. pic.twitter.com/JvtRhLVtm3

— Ashley Spencer (@AshleyySpencer) June 1, 2020

Warga Selandia Baru mengadakan protes atas tewasnya Floyd di beberapa kota Selandia Baru pada hari Senin (6/1) kemarin. Ribuan orang mengadakan demonstrasi sambil berjaga-jaga di sejumlah kota seperti Auckland dan Christchurch, termasuk ribuan warga lainnya di Wellington yang menjalankan aksinya meski dibawah hujan lebat.

Di pusat Auckland, pemrotes melakukan march ke Konsulat AS sambil membawa papan bertuliskan pesan seperti "Be Kind", "Diam adalah Pengkhianatan" dan "Lakukan Lebih Baik, Jadi Lebih Baik".

#TrendingDunia