Heboh Penampakan Bulan Bercincin, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Trending Now! Dipublikasikan 05.00, 03/06/2020
Photo by Unsplash/dibert
Photo by Unsplash/dibert

Penampakan bulan bercincin di sejumlah daerah semalam menghebohkan media sosial. Hari ini warganet ramai-ramai mencari informasi soal "bulan bercincin" hingga menjadi trending keyword di mesin pencari Google. 

Mengapa bulan kelihatan bercincin? 

Fenomena langit ini terjadi karena adanya pembiasan cahaya bulan yang menerobos kristal-kristal es yang ada di atmosfer antara ketinggian 5-10 km. Fenomena ini sebenarnya bisa terjadi sepanjang tahun, namun pada umumnya muncul ketika ada awan cirrus.

Uniknya, walaupun bulannya hanya satu, cincin halo yang dilihat setiap orang sebenarnya berbeda. Berbeda jarak beberapa meter saja, orang akan melihat cahaya yang berasal dari pembiasan oleh kristal es yang berbeda. 

Tidak ingin melewatkan fenomena langka ini, warganet pun mengabadikan momen tersebut. Mereka banyak membagikan hasil jepretan bulan bercincin dalam media sosial.

Bulan semalam, bercincin
Kamu kapan dong pakai cincin 🤭 pic.twitter.com/Y4CYuXLRj4

— Medy Dahlan (@MaidaPuspasari) June 3, 2020

Selain mengunggah sejumlah gambar mengenai fenomena ini, warganet pun juga meramaikannya dengan tagar #bulanbercincin

Mugen sukoyomi#bulanbercincin pic.twitter.com/0PQ1ImQaLY

— farhat (@bawangbakar) June 2, 2020

Bulan bercincin pic.twitter.com/8ZapGWFgdj

— yola⁷ (@KNJthemoonchild) June 2, 2020

Selain fenomena bulan bercincin yang menghiasi langit, terdapat sejumlah fenomena lainnya yang tak kalah indah. Astronom amatir Marufin Sudibyo mengatakan, ada banyak fenomena langit yang bisa dilihat pada bulan ini.

Pada 6 Juni nanti, masyarakat bisa melihat Gerhana Bulan Penumbra (GBP) bersamaan dengan Bulan Purnama. Gerhana ini adalah peristiwa ketika bulan masuk ke wilayah penumbra bumi. Penumbra ialah bayangan kabur ketika terjadi gerhana.

Fenomena tersebut dapat disaksikan mulai pukul 00.46 WIB dan 04.04 WIB.

Gerhana Matahari Cincin (GMC) diperkirakan terjadi pada tanggal yang bersamaan dengan titik balik Matahari yakni 21 Juni 2020. GMC ini bisa melintasi wilayah Afrika dan Asia. Sedangkan, di Indonesia hanya terlihat sebagai gerhana sebagian yang terjadi pada sore menjelang Matahari terbenam.

Dan fenomena terakhir ialah munculnya Komet Lemmon. Komet ini berperiode sangat panjang yaitu sekitar 8.900 tahun dan baru ditemukan pada Oktober 2019. Komet Lemmon akan melintasi perihelionya pada 18 Juni 2020, dikabarkan menjelang 18 Juni tersebut.

Informasi selengkapnya dapat dibaca DI SINI