Heboh Jerinx Ajak Masyarakat Jangan Mau Test Covid-19, Dikecam Tenaga Kesehatan

Trending Now! Dipublikasikan 09.26, 04/05/2020
Photo by Unsplash/katerinapavlickova
Photo by Unsplash/katerinapavlickova

Setelah sempat membuat pernyataan kontroversial dengan menyatakan dirinya siap disuntik korona, kini Jerinx SID kembali menjadi sorotan publik. 

Pasalnya drummer tersebut mengunggah postingan bernada ajakan kepada masyarakat untuk tidak menjalani tes virus korona. Ia menyebutkan bahwa seseorang yang sakit tidak perlu melakukan tes virus tersebut, karena sakit itu dapat disembuhkan dengan cara biasa. 

Ia menilai seseorang yang melakukan tes korona hanya akan memuluskan agenda penguasa dunia seperti Bill Gates.

“Jangan pernah mau dites covid. Makin banyak yang mau dites hanya akan memuluskan agenda BG (Bill Gates) memonopoli dunia. Jika anda sedang sakit, jangan mau dites covid. Fokus sembuhkan sakit anda dengan cara biasa yang sesuai dengan penyakitnya. Yang jauh lebih bahaya dari covid adalah ketika BG (pemilik mayoritas saham farmasi global) mengendalikan apa yang ada di dalam tubuh anda. #Dibunuhpanik #DibunuhMSM,” tulis Jerinx

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh 𝐉𝐑𝐗 (@jrxsid) pada 3 Mei 2020 jam 10:43 PDT

Postingan Jerinx itu kemudian viral setelah diunggah kembali di Twitter oleh @fadlanous, ia mengaku geram sekaligus prihatin sebab menurutnya pernyataan Jerinx cukup berbahaya karena mengajak orang untuk menghindari tes Covid-19. Apalagi jika melihat komentar di postingan tersebut tak sedikit orang yang setuju dengan Jerinx untuk tak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit dan ada yang merasa cukup menghadapi dengan ramuan herbal.

Kemarin-kemarin postingan konspirasi jering brengsek ini masih bisa dijadiin becandaan. Tapi yang ini sudah keterlaluan.
Bayangkan akibatnya jika orang dengan gejala Covid19 tak mau dites karena membaca postingan ini. 😡 pic.twitter.com/np86wK1Z7b

— tomanurung (@fadlanous) May 4, 2020

Akun tersebut menyayangkan sikap Jerinx sebagai tokoh publik harus menebarkan pesan ketakutan terhadap masyarakat. Cuitannya kemudian viral setelah memperoleh 1,600 retweets serta 1,600 likes.

Tak butuh waktu lama warganet pun ramai memberikan tanggapan terhadap sikap Jerinx itu.

Sebagian warganet meminta tanggapan dari beberapa dokter, mereka berharap adanya diskusi forum terbuka antara dokter dan Jerinx SID. 

Namun permintaan itu dikomentari oleh doktr sekaligus health influencer @blogdokter, ia mengatakan sulit mengabulkan diskusi terbuka itu dan menyarankan publik untuk melaporkan informasi keliru agar tidak menyebar semakin luas.

Menurut saya pribadi, agak susah sih mengajak berdiskusi orang yang otaknya sudah dicuci dengan teori konspirasi. Akan banyak buang buang tenaga.
Yang bisa dilakukan sekarang adalah masuk Instagramnya, report ramai ramai informasi yang salah tersebut sehingga tidak menyebar. https://t.co/qniEEyuNRk

— Blognya Seorang Dokter (@blogdokter) May 4, 2020

Cuitan itu juga ditanggapi oleh seorang psikiater populer yakni @Jiemiardian, ia mengungkapkan bahwa teori konspirasi merupakan musuh bersama, dan cukup berbahaya menyebarluaskan informasi tidak benar di tengah pandemi korona karena hanya akan memperkeruh keadaan.

Jiemi juga meminta masyarakat untuk melaporkan informasi yang tidak benar mengenai kesehatan.

Hoax kesehatan bikin penanganan penyakit makin runyam. Dalam masa penanganan pandemi, asumsi konspirasi adalah musuh bersama karena bisa memperberat masalah yang sudah berat.
Kalau ketemu HOAX yang berbahaya, ingat untuk report sebagai false information ya teman-teman https://t.co/SSqzJx073e

— dr. Jiemi Ardian (@jiemiardian) May 4, 2020

Sebelumnya Jerinx sempat mengaku tidak takut untuk berinteraksi dengan pasien positif virus korona. Bahkan ia juga menantang untuk disuntik virus korona agar bisa membuktikan bahwa virus itu tidak berbahaya bila imun seseorang dalam keadaan baik.

Beberapa waktu lalu ia juga melakukan live Instagram dengan dokter Tirta, Jerinx memberikan klarifikasi bahwa pernyataan tersebut merupakan motivasi untuk masyarakat dan para medis agar tidak dilanda takut berlebihan terhadap virus korona.

Walaupun begitu, Jerinx juga mengaku tak takut mati bila benar-benar harus disuntik korona, ia rela mati demi memperjuangkan apa yang telah diyakininya.