Heboh Fenomena Muncul Banyak Pelangi di Hari Raya, Ini Kata BMKG

Kompas.com Dipublikasikan 03.01, 26/05 • Yohana Artha Uly
SHUTTERSTOCK/MIKE MAREEN
Ilustrasi pelangi

KOMPAS.com - Belakangan masyarakat dihebohkan dengan kemunculan pelangi di beberapa tempat dan bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

Sebagian besar kemunculan pelangi ini terjadi di daerah Jawa Barat, yakni Bogor dan Bekasi.

Masyarakat pun berlomba-lomba mengabadikan fenomena alam tersebut dan membagikannya ke sosial media. Tak terkecuali oleh keluarga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Melalui akun instagramnya, Siti Ruby Aliya Rajasa, istri Edhie Bhaskoro Yudhyono (Ibas) membagikan foto momen Lebaran keluarga SBY dengan latar belakang pelangi.

Lalu apa kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) soal fenomena kemunculan pelangi ini?

Baca juga: BMKG Deteksi Siklon Tropis Mangga, Waspada Dampak Cuaca Ekstrem

Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG mengatakan, kemunculan pelangi tersebut merupakan hal yang wajar secara meteorologis. Kemunculannya juga umum terjadi di banyak tempat.

Menurutnya, asalkan ada hujan atau sehabis hujan, dan ada sinar matahari yang tidak tertutup awan atau bisa menembus celah-celah awan, maka pelangi dapat muncul.

"Ini bisa terjadi di musim hujan, musim kemarau, ataupun peralihan musim antar keduanya," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com, Senin (25/5/2020).

Siswanto menjelaskan, pelangi terbentuk apabila sinar matahari mengalami pembelokkan cahaya atau pembiasan ketika melewati perbedaan medium rambat yaitu udara dan titik-titik air hujan yang ada di atmosfer.

"Ketika sinar matahari mengenai titik-titik air hujan, cahaya dibelokkan sedemikian rupa sehingga memancarkan sprektrum warna-warna yang terpisah daripada cahaya," jelasnya.

Baca juga: Punya Daya Pikat Tubuh Berwarna Pelangi, Ini Rahasia Laba-laba Merak

Pelangi hanya dapat dilihat pada saat hujan dan disertai cahaya matahari, bahkan posisi orang yang melihat atau pengamat, juga menentukan.

Di mana antara hujan dan sinar matahari, lalu sinar matahari ada dibelakang pengamat sehingga akan terjadi garis lurus antara matahari, pengamat, dan busur pelangi. Maka akan terbentuklah menjadi pelangi dari hasil proses pembiasan tadi.

Kemunculan cahaya berwarna-warni di langit tentu pemandangan yang indah dan menyita perhatian orang yang melihatnya. Tak jarang ada yang beranggapan pelangi sebagai pertanda hal yang baik.

"(Pelangi) tidak ada kaitannya dengan mitos hari baik. Tetapi memang hari menjadi lebih indah karena kondisi langit yang berbeda dari biasanya. Dan ini biasanya dikaitkan dengan suasana hati romantis," tutup dia.

Penulis: Yohana Artha UlyEditor: Gloria Setyvani Putri

Artikel Asli