Hati-hati, Kandungan ASI Mama Berubah Sesuai Apa yang Dikonsumsi

Popmama.com Dipublikasikan 10.00, 01/06 • Winda Carmelita
Freepik

Selama kehamilan, Mama mungkin jadi lebih memerhatikan kesehatan lebih cermat. Terutama menghindari pantangan-pantangan makanan yang dapat menimbulkan risiko kesehatan pada tubuh mama sendiri maupun sang Bayi.

Kewajiban untuk memerhatikan pantangan-pantangan makanan, tidak hanya berhenti pada masa kehamilan saja, Ma. Ketika memasuki masa menyusui, Mama pun masih perlu menjaga apa yang Mama konsumsi. Sebab, apapun yang Mama makan dan minum selama masa menyusui akan terkandung dalam ASI yang dikonsumsi si Kecil. Bukan hanya makanan-minuman saja, obat-obatan pun bisa memengaruhi kandungan ASI Mama.

Di bawah ini Popmama.com akan mengulas mengenai pengaruh asupan yang Mama konsumsi terhadap ASI. Simak sampai tuntas ya, Ma.

Jangan Asal Mengonsumsi Obat-obatan

Freepik/jcomp

Saat sakit tiba-tiba menyerang, jangan asal mengonsumsi obat-obatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Obat-obatan dapat memengaruhi kandungan ASI mama. Apabila obat-obatan yang dikonsumsi cenderung keras, maka substansinya dapat terkandung di ASI sehingga bermasalah apabila ASI mama dikonsumsi si Kecil. 

Secara umum, obat-obatan yang dapat dikonsumsi ibu menyusui dan bayinya adalah obat-obatan yang juga aman dikonsumsi bayi dan anak-anak. Dokter mungkin akan menganjurkan Mama berhenti menyusui sejenak selama mengonsumsi obat-obatan agar bayi tidak ikut terdampak obat-obatan yang mama minum.

Berhati-hatilah dengan Minuman Beralkohol

pexels/Bruce Mars

Sesekali mencicipi bir atau anggur mungkin tidak akan menyebabkan masalah. Tetapi, pikir dua kali ketika Mama ingin mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak atau rutin seperti dulu. Alkohol akan terakumulasi di aliran darah bayi mama. Hal ini dapat menimbulkan perubahan dalam sistem metabolisme tubuh bayi, dari ngantuk berlebihan bahkan menyebabkan keracunan. 

Efek lain alkohol pada tubuh mama adalah menekan produksi hormon prolaktin, hormon yang menstimulasi produksi ASI. Bayi akan tetap mengisap payudara Mama. Tetapi sesungguhnya tubuh mama tidak lagi memproduksi ASI yang cukup untuk memenuhi kebutuhan si Kecil.

Merokok is a Big No No!

Pixabay/free-photos

Meski tidak merokok di dekat si Bayi, nyatanya kandungan nikotin juga terdapat dalam ASI ibu yang merokok. Kandungan nikotin dapat menyebabkan diare, muntah, dan rewel. Dalam sebuah penelitian, 40 persen bayi yang disusui oleh ibu yang merokok mengalami kolik.

Seperti halnya alkohol, nikotin juga berefek mengurangi kadar prolaktin dan produksi ASI mama. Dilansir dari parents.com, Carol Huotari, seorang konsultan laktasi bersertifikat dari Schaumburg, Illinois mengatakan, "Beberapa ibu yang merokok dan menyusui mengeluhkan berat badan bayinya yang tidak kunjung bertambah."

Kadar nikotin memuncak dalam ASI sekitar 30 menit hingga satu jam setelah seorang wanita merokok.

Kendalikan Konsumsi Kafein

Shutterstock/Nicoleta Ionescu

Kafein mungkin membantu memberikan efek segar setelah semalaman begadang menemani si Kecil yang tak kunjung tidur. Secangkir kopi mungkin tidak akan berpengaruh banyak pada ASI mama. Tetapi jika Mama menghabiskan beberapa gelas minuman berkafein dalam sehari, ini yang berbahaya.

Efek kafein yang dikonsumsi mama mengalir pada ASI yang diminum bayi. Bayi mungkin menjadi lebih gelisah, rewel, bahkan sulit tidur. Terutama pada bayi baru lahir.

"Semakin muda bayi, ia belum matang. Semakin lama ia membersihkan kafein dari sistem metabolisme tubuhnya," ujar Ruth A. Lawrence, MD, seorang profesor pediatri, obstetri, dan ginekologi di University of Rochester Medical Center, di New York, dilansir dari parents.com.

Hindari Makanan dan Minuman dengan Pemanis Buatan

Freepik/Doucefleur

Makanan dan minuman manis memang sangat meggoda. Sebagian Mama mungkin sudah mengetahui efek gula terhadap kesehatan dan berniat menguranginya atau menggantinya dengan pemanis buatan yang lebih rendah kalori. Tetapi berhati-hatilah dengan jenis pemanis buatan yang Mama konsumsi. 

Makanan dan minuman yang mengandung aspartam relatif lebih baik ketimbang yang mengandung sakarin. Jumlah substansi sakarin dikeluarkan oleh ASI dalam jumlah lebih banyak ketimbang aspartam.

Lebih Cermat terhadap Makanan yang Berpotensi Menimbulkan Alergi

Freepik

Banyak ibu menyusui yang menghindari mengonsumsi makanan, seperti bawang putih atau brokoli karena dianggap dapat menyebabkan perut bayi kembung. Tetapi, tiap bayi punya reaksi yang berbeda-beda. Jadi, Mama perlu lebih jeli memerhatikan jika ada tanda-tanda alergi pada tubuh si Kecil selepas Mama mengonsumsi makanan tertentu. 

Biasanya jenis-jenis makanan seperti olahan susu, brokoli, kembang kol, kacang-kacangan, dan ikan-ikanan adalah makanan yang perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan alergi. 

Melihat begitu besarnya dampak apa yang Mama makan dan minum selama menyusui terhadap kandungan ASI yang diminum bayi, penting untuk Mama lebih cermat lagi dalam mengonsumsi apapun. Jika Mama mendapati tanda-tanda perubahan perilaku ataupun gejala alergi fisik pada bayi, segera periksakan ke dokter. 

Semoga informasi ini bermanfaat!

  • Studi: ASI Berpotensi Menjadi Media Penularan Virus Corona
  • 7 Keluhan yang Sering Dialami Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya
  • Apakah Mama Dapat Menyusui Ketika Mengalami Depresi Pasca Kelahiran?
Artikel Asli