Hasil Swab Test Keluar, Jenazah yang Dicium Keluarga Positif COVID-19

kumparan Dipublikasikan 05.00, 15/08 • Tugu Malang
Tangkapan layar pencium jenazah COVID-19. Foto: Ulul Azmy

MALANG - Hasil swab test jenazah COVID-19 yang dicium anggota keluarganya di Malang telah keluar. Hasilnya, menunjukkan gejala positif.

"Hasilnya positif. Kemarin hasilnya keluar. Sekarang tinggal tracing ke keluarga. Masih belum bisa," ungkap Wali Kota Malang, Sutiaji, pada Jumat (14/8/2020).

Menambahkan, Jubir Satgas COVID-19 Kota Malang, Husnul Mu'arif, mengatakan bahwa jenazah yang bersangkutan kini dinyatakan positif COVID-19 usai menilik hasil swab test. "Inggih (Iya, red) sudah keluar. Hasilnya positif," paparnya.

Lebih lanjut, petugas akan segera melakukan tracing terhadap anggota keluarganya secara bertahap. Sebenarnya, kata Husnul, petugas sudah berusaha melakukan tracing pencegahan pasca kematian jenazah ini.

Namun, dirasa belum kondusif karena pihak keluarga masih dalam suasana berkabung. "Tracing nanti akan dilakukan bertahap. Laporan hasil tracing belum," katanya.

Sebelumnya, video aksi cium jenazah COVID-19 oleh salah seorang kerabat ini viral di berbagai lini masa. Insiden ini terjadi di Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraoen Kota Malang.

Belakangan diketahui, jenazah laki-laki tersebut merupakan tokoh pendiri masjid. Sekaligus warga Buring, Kota Malang.

Saat itu, jenazah akan dibawa ke RS Saiful Anwar untuk dipulasarakan dengan prosedur COVID-19. Jenazah masih berstatus non reaktif rapid test dan hasil swab test belum keluar.

Mengingat hasil swab test belum keluar, sesuai ketentuan, jenazah berstatus probable ini dimakamkan dengan prosedur COVID-19 sebagai langkah pencegahan.

Namun, sejumlah kerabat menolak jenazah dikubur sesuai prosedur dengan alasan hasil rapid test menunjukkan non reaktif.

Hingga kemudian, terjadilah insiden fatal tersebut. Dalam video berdurasi hampir dua menit itu, tampak seorang pria berpeci putih membuka paksa kantong jenazah dan kemudian menciumnya.

Tampak pria itu menyangkal imbauan petugas, bahkan menggeret keranda jenazah untuk dibawa pulang menggunakan mobil pribadi.

Artikel Asli