Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Hasil Investasi Asuransi Jiwa Turun Tajam Akibat Pandemi Corona

Kontan.co.id Dipublikasikan 23.13, 28/06/2020 • Ferrika Sari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja hasil investasi industri asuransi jiwa turun tajam akibat sentimen pandemi corona (Covid-19) yang berimbas pada anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, hingga kuartal I 2020, hasil investasi industri asuransi jiwa negatif Rp 47,05 triliun. Berbanding terbalik dengan periode sama tahun sebelumnya, imbal hasil masih tercatat Rp 13,41 triliun.

Baca Juga: OJK Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Di Masa Pandemi

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyebut, sentimen corona mempengaruhi kinerja investasi pemain asuransi jiwa yang banyak berinvestasi ke saham dan reksadana saham. Akibatnya, hasil investasi mereka ikut tertekan.

"Namun perlu diingat, bahwa industri asuransi jiwa bersifat jangka panjang. Jadi, situasi jangka pendek saat ini tidak bisa dijadikan gambaran investasi industri dalam jangka panjang," kata Togar, Jumat (26/6).

Yang jelas, kata dia, selama instrumen investasi tersebut tidak dijual, maka kerugian investasi yang terjadi hanya dalam pencatatan laporan keuangan.

Kinerja Asuransi Jiwa   2016 2017 2018 2019 Mar-19 Mar-20 Total Aset 395,1 512,94 520,63 553,21 534,75 496,22 Kelolaan Investasi 343,27 458,58 463,96 488,18 474,04 421,3 Hasil Investasi 23,46 47,75 6,62 21,85 10 -43,64 Premi 137,78 183,84 186,16 185,33 44,27 38,06 Klaim dan Manfaat 119,44 142,64 142,57 145,94 32,83 36,94 Keterangan: Dalam triliun rupiah Sumber : OJK

Pindah ke deposito

Untuk mengantisipasi kerugian lebih besar, perusahaan asuransi jiwa diminta rajin melakukan switching atau pengalihan ke instrumen investasi yang masih tumbuh. Salah satunya ke deposito, walau bunganya rendah.

Ia memperkirakan, hasil investasi industri pada kuartal berikutnya juga masih akan turun. Sebab, aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) baru saja diterbitkan pada waktu itu.

Baca Juga: Ini ambisi Zurich Insurance Indonesia ke depan

Namun Togar, tidak dapat memproyeksikan pertumbuhan hasil investasi industri sampai akhir tahun. Itu semua bergantung, dari kapan berakhirnya pandemi.

Para pemain juga sudah menyiapkan strategi. Direktur Keuangan BNI Life, Eben Eser Nainggolan mengatakan, perusahaan akan mengurangi portofolio saham secara signifikan karena tingginya volatilitas harga saham.

"Kami akan menaikkan porsigovernment bond, dan melakukan trading secara aktif pada instrumen obligasi pemerintah," ungkapnya.

Di kuartal I-2020, hasil investasi BNI Life minus Rp 936,37 miliar. Mayoritas investasi perusahaan ke instrumen reksadana, surat berharga negara dan obligasi korporasi.

BNI Life juga menaikkan porsi likuiditas untuk mengantisipasi turunnya premi dan naiknya klaim di masa mendatang.

Artikel Asli